Tempat Wisata di Tokyo: Menonton Seni Wayang Orang Khas Jepang, Kabuki

0
295
Tokyostorynet
Tokyostorynet

Spesial.net – 歌舞伎 atau Kabuki terdiri atas tiga susunan huruf kanji, yaitu (歌 =ka/uta, berarti nyanyian, musik atau dialog, 舞 = bu/mau, yang berarti tarian dan 伎 = ki/waza, berarti kemampuan, talenta dan sejenisnya), secara garis besar berarti drama musikal tradisional khas Jepang. Menonton kabuki menjadi salah satu cara yang baik untuk mempelajari budaya asli Jepang.

 

Kabuki, Kesenian yang Selalu Populer

Dikatakan bahwa Kabuki pertama kali diperkenalkan pada tahun 1600, ketika Okuni yang seorang Miko (sebutan untuk wanita pelayan pendeta Shinto) di Izumo dan mulai ditampilkan di kota Kyoto, ibukota saat itu dimana samurai terkenal Oda Nobunaga memerintah. Tahun penampilan pertama Kabuki ini bersamaan dengan waktu penampilan pertama Hamlet dan Othello karya William Shakespeare di London. Sebagaimana halnya karya Shakespeare ini ditampilkan di seluruh penjuru bumi, Kabuki juga ditampilkan selama lebih dari 400 tahun sepanjang sejarah hingga budaya ini melekat dan terkenal hingga penjuru bumi hingga sekarang.

Para pemeran Kabuki semuanya adalah lelaki, termasuk yang memerankan sebagai tokoh wanita. Pemeran tokoh pria dinamakan Tachiyaku, dan pemeran tokoh pria dinamakan Onnagata. Beberapa aturan penampilan Kabuki tidak berubah hingga era Edo (sekitaran abad ke-18). Selama perjalanan waktu, Kabuki beserta kostum, style, make-up, dan dialog membuatnya unik. Aktor khusus penampilan Kabuki biasanya diturunkan dari generasi ke generasi, membuahkan penampilan yang tidak membosankan dan berkembang seiring tren, meskipun tema utama penampilan ini adalah drama klasik.

BACA JUGA:  3 Gunung di Indonesia dengan Spot Sunrise Terbaik Tahun 2018

 

Kesenian, Kostum yang Luar Biasa dan Make-up Kumadori

Dibandingkan menggunakan lampu spotlight (yang menyorot para pemain), penampilan Kabuki menggunakan penerangan lampu datar (menyorot para pemain keseluruhan). Desain panggung yang berwarna-warni, kostum yang menggairahkan dan Kumadori, make-up Kabuki yang unik menjadi satu padu menciptakan nuansa penampilan yang luar biasa.

 

Kata dan Mie yang Sudah Diwariskan dari Generasi ke Generasi

Dalam penampilan Kabuki biasanya menggunakan cara berbicara yang berlebihan dinamakan Kata dan Mie. Gaya berakting aktor yang hanya berdiri, memunculkan emosi yang kuat, menciptakan mood tertentu dinamakan Mie. Kemudian saat adegan pertarungan dibuat secara gerakan lambat (Tate) dimaksudkan agar memberikan efek dramatis.

 

Aturan Penampilan Kabuki – Terlihat Tetapi Tidak Terlihat

Salah satu bagian penting dalam penampilan Kabuki  yaitu Kurogo, asisten panggung yang memakai pakaian serba hitam yang membantu kelancaran adegan di panggung. Sebagai contoh, ketika ada adegan ganti kostum di atas panggung, Kurogo inilah yang bertugas membantu para aktor, kemudian ketika ada perpindahan latar, maka sosok satu inilah yang bertanggung jawab penuh.

 

Tarian Penuh Keindahan ala Kabuki

Sudah menjadi kewajiban dalam penampilan Kabuki , sebuah tarian yang elegan dan indah. Biasanya tarian ini diiringi oleh alunan musik Shamisen (mirip dengan gitar) dan taiko (serupa bedug). Tarian Kabuki ini disebut Kabuki Butoh dan ditarikan oleh tokoh perempuan.

BACA JUGA:  Belajar Melukis Batik di Rumah Batik Jawa Timur

 

Lokasi Penampilan Kabuki

Pinterestcom
pinterest.com

Teater Kabukiza di kota Tokyo berlokasi di Higashi-Ginza, satu-satunya teater yang menampilkan KabukiKabuki biasanya ditampilkan sekali setiap bulan dengan pengecualian beberapa hari di awal dan di akhir bulan. Jam penampilan Kabuki setiap pukul 11 siang dan 4 sore. Pertunjukan Kabuki berisi tiga rangkaian penampilan dan jika anda tidak mempunyai cukup waktu untuk menonton semuanya, anda bisa menonton satu penampilan saja (anda bisa berhemat sekitar 1.000 – 1.500 yen). Kapasitas ruang penampilan Kabuki sekitar 150 orang. Dan jika anda khawatir tidak mengerti bahasa Jepang, anda bisa menambah 500 yen dan deposit 1.000 yen untuk pemandu berbahasa Inggris. Dan juga tiket penampilan ini bisa dipesan secara online.

 

SUMBER: japan-magazine.jnto.go.jp

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here