Wisata ke Jepang: Belajar Membuat Bonsai, Kaligrafi Jepang dan Replika Makanan

0
246
Bonsaiempirecom
Bonsaiempirecom

Spesial.net – Ketika anda mendapatkan pengalaman mempelajari budaya lain dengan sepenuh jiwa raga, maka itu akan menjadi pengalaman terbaik yang pernah anda alami. Kelas kursus singkat sangat direkomendasikan untuk anda yang ingin mempelajari kerajinan tradisional Jepang. Pada artikel ini akan diceritakan tiga mahasiswa mempelajari kesenian bonsai, kaligrafi Jepang dan membuat contoh makanan khas Jepang.

 

Mencoba Membuat Kerajinan Bonsai

Bonsai mulai dikenal di dunia luar dua puluh tahun lalu dan mulai populer di Eropa mulai sepuluh tahun lalu. Seorang mahasiswa internasional bernama Coty dari New York adalah salah satu yang mengikuti kelas kerajinan bonsai. Instruktur kerajinan pada saat itu adalah seorang yang sudah berpengalaman mengajari orang asing tentang kerajinan yang satu ini, yaitu Kunio Kobayashi dari Shunkaen of BONSAI Museum.

Kerajinan bonsai menggunakan pohon hidup. Maka dari itu, tidak satupun hasil kerajinan yang menghasilkan hasil yang sama. Semuanya tergantung dari sense manusia terhadap pohon yang ada di depannya. Saat mencoba melakukannya, Coty mulai membayangkan wujud bonsai yang akan dibuatnya. Saat itu dia diberikan pohon pinus putih Jepang.

Bonsai Japan Magazinejntogojp
japan-magazine.jnto.go.jp

Ketika muka depan bonsai sudah ditentukan, dia mengikat dahan-dahannya menggunakan kabel.Ini dimaksudkan agar bentuk pohon sesuai dengan yang diinginkan. Memang fokus kelas ini adalah mempertahankan bentuk bonsai. Meskipun terkesan mudah, sebenarnya sangatlah sulit, begitulah kesan Coty saat pertama kali mencobanya. Dan setelah terbiasa, tangannya mulai ahli.

BACA JUGA:  5 Coffee Shop di Bandung yang Cocok untuk Anda Kunjungi di Akhir Pekan

Setelah selesai mengikat bonsai, letakan pada pot yang telah dipilih sebelumnya. Kemudian, isi dengan tanah dan letakan juga lumut di atas tanah tersebut. Coty mengatakan bahwa pengalamannya ini sangat menyenangkan disebabkan guru yang baik dan sabar mengajarkan.

 

Belajar Menulis Kaligrafi “Shodo”

Jika anda berpergian ke negara-negara di Asia Timur, sangat biasa melihat kerajinan kaligrafi ditulis menggunakan tinta dan kuas, termasuk Jepang. Dan kerajinan kaligrafi ini sangat mengundang antusias terkhusunya orang di luar Asia Timur, termasuk Yiher dari Singapura dan Ismael dari Belanda. Instruktur saat itu adalah Udoyoshi, seorang yang sering bertanggung jawab atas kesenian yang ada di televisi dan majalah. Shodo yang memiliki teknik dasar penekanan dalam penulisan, Udoyoshi memiliki sudut pandang lain, bahwa membuat kaligrafi Jepang sama saja seperti menulis tulisan sehari-hari.

Shuji Japan Magazinejntogojp
japan-magazine.jnto.go.jp

Pertama-tama, memilih karakter atau huruf yang akan ditulis. Jika anda menanyakan huruf apa yang cocok untuk ditulis, biasanya Udoyoshi menyarankan huruf yang populer seperti “cinta” atau “tawa”. Setelah itu, instruktur akan memberi contoh cara menulis, mereka harus memerhatikan bagaimana cara mengambil coretannya dan kemudian anda mencobanya. Tidak hanya menjelaskan, bahkan Udoyoshi membantu Yiher dan Ismael memegang kuas dan mengambil coretan. Sekitar tiga puluh menit selesai, mereka menuliskan hasil latihan mereka di kartu pos. Mereka pun mengakui tingkat kesulitan menulis menggunakan kuas jauh lebih sulit dibandingkan menulis menggunakan pensil atau bolpoin.

BACA JUGA:  10 Potret Patung Ikon Singapura Kini Ada di Surabaya, Patung Citra Raya

 

Membuat Contoh Makanan Seperti Asli

Pasti anda pernah melihat pajangan makanan di depan restoran? Dan apakah anda mengetahui bahwa itu palsu? Dan ternyata Jepang memiliki tempat untuk mengajarkan cara membuatnya, yaitu di The Ganso Shokuhin Sampuru-ya atau Original Food Samples Shop milik Iwasaki Co., Ltd. Beberapa bahan makanan yang sering dibuat imitasinya adalah tempura dan sawi putih.

Food Japan Magazinejntogojp
japan-magazine.jnto.go.jp

Pertama-tama, anda dapat merendam lilin di air hangat. Instruktur mengarahkan beberapa teknik untuk membuat makanan terlihat menarik dan menggugah selera.

 

SUMBER              : japan-magazine.jnto.go.jp/bonsai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here