Masjid Simbol Toleransi Muhammad Cheng Ho Surabaya

0
332
Jejakpiknikcom
jejakpiknik.com

Spesial.net – Mungkin sudah tidak asing lagi di telinga anda tentang isu Cina anti Islam atau Cina Komunis dan sejenisnya di musim politik seperti sekarang. Tetapi, tahukah anda bahwa di masa lampau, Cina justru menjadi salah satu negara yang berjasa menyebarkan Islam di Indonesia yang saat dulu masih didominasi kerajaan Hindu dan Budha. Muhammad Cheng Ho, seorang Laksamana Angkatan Laut yang berasal dari suku Hui Cina adalah sosok yang berjasa menyebarkan agama Islam masa itu. Suku Hui desa He Dai Kunyang memang terkenal dihuni penganut agama Islam.

Laksamana Cheng Ho sudah berulang kali menuju Nusantara untuk membawa misi perdamaian serta melakukan perdagangan, dan karena sikapnya yang baik Cheng Ho diterima baik di setiap kerajaan. Salah satu misi yang terkenal tercatat sejarah adalah Kaisar Cina Yuang Lo mengutus Cheng Ho ke Majapahit dan dari sinilah awal mula penyebaran agama Islam di Indonesia. Berkat jasa dan kesan baik yang diberikan oleh laksamana, dibangunlah sebuah masjid demi menghormati beliau bernama Masjid Cheng Ho yang kini berlokasi di Jalan Gading kota Surabaya.

Sedikit cerita tentang latar belakang Muhammad Cheng Ho, beliau lahir dengan nama Ma He atau Man Sam Po di  keluarga muslim suku Hui. Suku Hui merupakan salah satu desa yang terkena dampak dakwah Saad bin Waqash, salah satu sahabat Rasulullah SAW. Hingga pada umur 11 tahun, beliau dibawa ke istana untuk menjadi budak dan seiring waktu, pihak istana menyadari potensinya kemudian mengangkat beliau menjadi laksamana angkatan laut. Bahkan dengan kepiawaiannya dalam hal navigasi, beliau dipercaya menjadi diplomat ke setiap negara, salah satunya Indonesia. Salah satu bukti catatan perjalanan Cheng Ho di Indonesia terdapat di Klenteng Sam Poo Kong kota Semarang. Disitu tercatat, “dimana laut, disitu ada Cheng Ho”.

BACA JUGA:  100 Rekomendasi Destinasi Wisata dan Kuliner Instagramable di Surabaya

Karakteristik Masjid Cheng Ho

Seperti halnya masjid dengan ciri khas budaya Tionghoa, dari dapat terlihat kentalnya budaya tersebut. Mulai dari atap, tembok, pilar bahkan ada pagoda di samping masjid. Ada satu ciri khas yang membedakan jelas yaitu penggunaan cat merah yang mencirikan klenteng pada umumnya dan tidak lazim diaplikasikan ke sebuah masjid. Hanya saja karena bangunan ini merupakan masjid, setiap jendela yang semestinya bertuliskan huruf mandarin diganti menjadi lafaz Allah dan tulisan arab lainnya.

Masjid Muhammad Cheng Ho dibangun dengan desain jauh dari megah dan berukuran seperti masjid biasa karena memang memiliki pesan tersendiri agar umat muslim keturunan Tionghoa harus tetap rendah karena derajat setiap muslim adalah sama. Dan semoga, keberadaan masjid ini menjadi inspirasi bagi kita untuk tidak terpecah belah terutama sesama umat muslim.

Lokasi Masjid Cheng Ho

Masjid Cheng Ho berlokasi di Jalan Gading nomor 2 Untuk mencapai lokasi ini, anda perlu mengambil rute Jalan Taman Kusuma Bangsa, kemudian menuju arah Taman Makam Pahlawan. Masjid tepat berada di komplek Persatuan Islam Tionghoa Indonesia. Jika masih bingung, anda bisa memesan layanan ojek online untuk mempermudah perjalanan anda.

Tempat Wisata Sekitar Masjid Muhammad Cheng Ho

Sekiranya anda sudah selesai berkeliling dan shalat di salah satu masjid bersejarah ini, sempatkanlah untuk mengunjungi beberapa tempat wisata, seperti Taman Hiburan Rakyat, Museum House of Sampoerna, Tugu Pahlawan, dan Monumen Kapal Selam sebagai list tambahan perjalanan wisata anda di kota ini.

BACA JUGA:  10 Potret ala Urban di Jalan Gula Surabaya

==

Wisata Seru di Surabaya

==

SUMBER: jejakpiknik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here