Pusat Grosir Tertua di Surabaya, Kawasan Kembang Jepun

0
310
Puteramentaricom
puteramentari.com

Spesial.net – Sudah menjadi sifat manusia untuk mencari barang dengan harga seminim mungkin tetapi mendapatkan manfaat sebesar mungkin. Maka dari itu tempat-tempat dengan kriteria seperti itu akan banyak dikunjungi dan salah satu tempat yang memenuhi kriteria tersebut adalah kawasan Kembang Jepun. Kawasan Kembang Jepun sudah terkenal dari dulu sebagai pusat grosir di Surabaya. Kawasan ini sebenarnya tidak terlalu besar hanya berupa jalan sepanjang 750 meter tetapi terdiri dari berbagai macam toko segala macam keperluan seperti alat tulis, bahan makanan, oleh-oleh dan lainnya. Dan pada malam hari beralih fungsi menjadi pusat kuliner.

Sejarah Kawasan Kembang Jepun

Sejak zaman dahulu, kawasan ini sudah menjadi pusat perdagangan di Surabaya bahkan semenjak zaman kerajaan Sriwijaya. Bukan hanya pribumi bahkan berbagai macam latar belakang kebangsaan juga bertransaksi disini, salah satunya bangsa Tionghoa atau Cina. Pada zaman Belanda, kawasan Kembang Jepun dibagi menjadi dua yaitu kawasan Pecinan di sebelah selatan Kalimas dan sebelah utara Kalimas diisi oleh kawasan Arab dan Melayu.

Dari dahulu memang sudah banyak bangsa Tionghoa mengadu nasib di Surabaya karena kondisi ekonomi mereka disana kurang baik. Dan salah satu usaha adalah membuka toko-toko hingga sebesar sekarang. Maka tidak aneh jika banyak pemukiman keturunan Tionghoa di kota ini terutama di kawasan Pecinan Kembang Jepun. Untuk menandai daerah Pecinan dibangunlah gapura atau gerbang besar seperti kuil di Cina.

BACA JUGA:  Wisata Edukatif Bekenalan dengan Sejarah Kota Surabaya di Museum Surabaya

Kawasan Kembang Jepun sering kali berganti nama. Pada zaman penjajahan Belanda, kawasan ini bernama Handeelstraat yang berarti jalan perdagangan. Kemudian pada zaman penjajahan Jepang berubah nama menjadi Kembang Jepun. Secara artian harus daerah ini merupakan daerah lokalisasi, atau tempat dimana wanita penghibur beroperasi.

Kya – Kya Surabaya

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa daerah ini merupakan daerah perdagangan grosir dan sering disebut dengan nama Central Business District I. Kemudian, kawasan ini dimodernisasi diprakasai oleh walikota Surabaya saat itu, Bambang D. Hartono dan Kepala PT Kya Kya Kembang Jepun, Dahlan Iskan.

Pada tahun 2003, Kya Kya Surabaya mensponsori kawasan ini menjadi kawasan kuliner terlihat dari dibuatkannya 2000 kursi dan 500 meja untuk menampung sekitar 200 pedagang di tempat ini. Pusat wisata kuliner di kawasan ini mulai dibuka pada pukul 5 sore selepas aktivitas dagang selesai dan berakhir pada pukul 12 malam.

Dikarenakan daerah ini merupakan daerah pecinan, maka tidak asing lagi dengan kuliner berbahan dasar daging bagi. Tetapi tenang saja karena banyak juga pedagang makanan halal beroperasi di sini. Anda hanya perlu mensortir kedai mana yang menjual makanan halal atau bukan.

Fotografernet
fotografer.net

Sedikit informasi untuk penggemar masakan berbahan dasar babi, anda bisa mencoba Mie Kembang Jepun. Tetapi, untuk anda pecinta makanan halal, masih ada menu masakan mie berbahan dasar halal,s seperti lomie di Jalan Dukuh Pakis.

BACA JUGA:  Kota Surabaya Memang Rajanya Nasi Sambal. Berikut Tempat Makan dan Resep Sego Sambal Surabaya.

Tidak lengkap rasanya jika menikmati kuliner tanpa alunan musik. Maka dari itu, di sini juga sering ada pementasan budaya seperti festival ngamen, musik keroncong, tari ngeremo, musik klasik Cina bahkan pertunjukan barongsai. Ada juga acara tematik seperti Dancing on the Street, Shanghai Night, Mystical Night, Festival Bulan Purnama dan lainnya.

Sungguh menyenangkan mengetahui masih banyak tempat menarik di kota Surabaya ini. Maka sangat disayangkan jika anda hanya berdiam diri di hotel sambil bermain smartphone. Dan kawasan ini bisa menjadi salah satu tujuan anda untuk bersenang-senang.

 

==

Wisata Seru di Surabaya Lainnya

==

SUMBER: jejakpiknik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here