7 Fakta Menarik Mengenai Masjid Sunan Ampel

0
283
Ksmtourcom
ksmtour.com

Spesial.net – Perjalanan perkembangan Islam di bumi Nusantara ini memang tidak pendek. Bahkan jauh sebelum Islam berjaya, sudah ada berbagai kepercayaan yang berlaku dan berjaya sebelumnya, seperti kepercayaan Animisme, Dinamisme, hingga berdirinya kerajaan Hindu dan Budha. Pada saat penjajahan dimulai pun, agama Kristen baik itu Protestan dan Katolik sudah lebih familiar di Indonesia. Kemudian, apa yang membuat Islam bisa diterima dengan baik di tengah-tengah kepercayaan yang berlaku di Indonesia. Sejarah mencatat, salah satu yang berjasa di Indonesia adalah keberadaan Wali Songo atau Sembilan Wali. Para wali ini diyakini berperan penting atas penyebaran agama Islam di daerah masing-masing, tak terlepas pulau Jawa khususnya Jawa Timur. Satu di antara para wali tersebut adalah Sunan Ampel. Dan hingga sekarang berdiri sebuah masjid yang diberi nama Masjid Ampel atau Masjid Sunan Ampel. Dan untuk lebih mengenal beliau, berikut fakta-fakta mengenai Sunan Ampel dan Masjid Sunan Ampel.

  1. Sejarah Sunan Ampel

Sunan Ampel dikenal juga sebagai bapak para wali, karena dari beliaulah lahir ulama-ulama yang cikal bakal pendakwah negeri ini. Memiliki nama asli Raden Rahmat. Gelar Sunan sendiri merupakan gelar kewaliannya dan Ampel merupakan tempat tinggalnya, secara garis besar berarti Wali yang berasal dari wilayah Ampel.

Beliau lahir pada tahun 1401 masehi di daerah Champa. Beberapa ahli sejarah masih belum memastikan tepatnya daerah Champa, tetapi beberapa ahli sejarah seperti Saifuddin Zuhri (1979) dan Hamka meyakini daerah tersebut berada di Aceh.

BACA JUGA:  Mengintip Tempat Kos Bapak Proklamasi di Museum Tjokroaminoto

 

  1. Sejarah Masjid Ampel

Komplek masjid ini dibangun pada saat zaman kerajaan Majapahit. Masjid Ampel diperkirakan dibangun pada tahun 1450 masehi dan sebagian pendapat mengatakan dibangun pada tahun 1421 masehi.

Pada umur 20 tahun, Sunan Ampel yang dikenal pandai ilmu agama ini dipercaya oleh Raja Brawijaya untuk berdakwah di Surabaya. Sebagai fasilitas, beliau dipinjami tanah seluas 12 hektar di daerah Ampel untuk menyebarkan agama Islam. Dan tempat inilah cikal bakal berdirinya masjid Ampel.

 

  1. Luas dan Ukuran Masjid Ampel

Masjid yang berlokasi di kelurahan Ampel kota Surabaya ini memiliki luas 120 meter x 180 meter dan didekatnya dibangun makam Sunan Ampel.

 

  1. Arsitektur Masjid Ampel

Masjid Ampel memiliki lima gapura yang menyimbolkan rukun Islam, yaitu gapuro munggah, poso, ngamal, madep dan paneksen. Gapura munggah menyimbolkan Haji, gapura poso menyimbolkan puasa, gapura ngamal menyimbolkan zakat atau beramal, gapura madep berarti menghadap menyimbolkan shalat dan gapura paneksen menyimbolkan syahadat yang berarti kesaksian. Selain gapura, di dalam masjid ini berdiri 16 tiang penyangga terbuat dari kayu jati setinggi 17 meter berdiameter 60 centimeter.

 

  1. Mitos Tentang Masjid Ampel

Konon katanya, masjid ini memiliki sumber air yang memiliki manfaat layaknya air zamzam di Mekkah. Kemudian, dikenalah orang bernama Mbah Soleh yang dipercayai menjaga masjid Ampel, yang berdasarkan cerita beredar beliau memiliki 9 nyawa atas dasar terdapat 9 makam atas nama Mbah Soleh.

BACA JUGA:  Rekomendasi Hotel di Semarang dengan Budget Khusus Untuk Backpacker

 

  1. Nuansa Timur Tengah

Berbeda dengan masjid Cheng Ho yang memiliki ciri khas Asia Timur, maka masjid ini lebih condong memiliki ciri khas nuansa Timur Tengah. Di sekitaran masjid berjejer penjual makanan khas Arab, seperti buah kurma, nasi kebuli dan roti mariyam.

 

  1. Pusat Perdagangan Islami

Seperti disebutkan sebelumnya banyak sekali dagangan khas Arab di sekitaran masjid Ampel, maka bisa dipastikan masjid seperti replikanya Mekkah. Teruntuk anda penggemar berbagai macam makanan atau barang khas Timur Tengah bisa mampir kesini.

 

==

Wisata Seru di Surabaya Lainnya

 

==

SUMBER: jejakpiknik.com, wikipedia.co.id, abiummi.com, biografiku.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here