Ingin Menurunkan Berat Badan? Hindari Diet Rendah Karbohidrat

0
253
Bread Breakfast Carbohydrates 1239347
Bread Breakfast Carbohydrates 1239347

SPESIAL.NET – Ingin Menurunkan Berat Badan? Hindari Diet Rendah Karbohidrat. Jika menurunkan berat badan merupakan salah satu resolusi tahun baru Anda, Anda mungkin harus berpikir dua kali sebelum menghilangkan sumber karbohidrat seperti nasi, kentang, dan pasta dari menu makan sehari-hari.

Diet rendah karbohidrat umumnya dipandang sebagai cara yang efektif untuk menurunkan berat badan. Sebuah studi yang dilakukan oleh YouGov menemukan bahwa 34 persen dari 2.103 orang yang disurvei telah mencoba mengikuti diet rendah karbohidrat dan 66 persen responden mengatakan mereka pernah mendengar bahwa menghilangkan karbohidrat merupakan cara yang baik untuk menurunkan berat badan.

Faktanya justru malah sebaliknya. Menurut Dr. Jacquie Lavin, kepala bidang nutrisi dan penelitian di organisasi penurunan berat badan yang berbasis di Inggris, Slimming World, diet penurunan berat badan harus sehat dan juga seimbang.

“Diet penurunan berat badan harus memberi orang kebebasan dan fleksibilitas untuk menikmati keseimbangan protein, karbohidrat, dan lemak yang sehat, dan yang penting, diet harus dilakukan secara berkelanjutan untuk efek jangka panjang, tanpa kekurangan atau mengurangi kelompok makanan utuh,” Kata Lavin seperti dikutip dari Express.

Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Slimming World, peserta yang telah mencoba diet rendah karbohidrat mengatakan metode ini sulit untuk diikuti dan membosankan. Itu juga membuat mereka lapar sepanjang hari, membuat mereka merasa semakin membutuhkan karbohidrat.

BACA JUGA:  Ini Dia Cara Menghilangkan Lemak di Perut Agar Terlihat Indah

“Seperti yang ditunjukkan oleh penelitian kami, diet rendah karbohidrat sulit untuk diikuti. Jadi, jika Anda ingin menurunkan berat badan tahun baru ini dan mempertahankannya, hindari diet rendah karbohidrat, ”kata Lavin.

Studi terbaru dipresentasikan pada Kongres Masyarakat Kardiologi Eropa, yang diadakan di Munich, Jerman, oleh Prof. Maciej Banach, dari Universitas Kedokteran Lodz di Polandia. Prof. Banach dan rekan-rekannya meneliti hubungan antara diet rendah karbohidrat dan risiko kematian dari sebab apa pun di antara 24.825 orang yang telah berpartisipasi dalam Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional pada tahun 1999-2010. Juga, para peneliti memeriksa hubungan antara asupan makanan dengan karbohidrat rendah dan risiko kematian akibat penyakit jantung koroner dan penyakit serebrovaskular, yang meliputi stroke dan kanker.

Secara keseluruhan, analisis menggunakan data dari survei menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi karbohidrat paling sedikit 32 persen lebih mungkin meninggal sebelum waktunya karena sebab apa pun. Hal ini jika dibandingkan dengan peserta yang makan karbohidrat lebih banyak. Selain itu, partisipan yang mengonsumsi makanan rendah karbohidrat, 51 persen lebih mungkin meninggal akibat penyakit jantung koroner, 50 persen lebih mungkin meninggal akibat penyakit serebrovaskular, dan 35 persen lebih mungkin meninggal akibat kanker.

“Diet rendah karbohidrat mungkin berguna dalam jangka pendek untuk menurunkan berat badan, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan kontrol gula darah, tetapi penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang mereka terkait dengan peningkatan risiko kematian dari sebab apa pun, dan kematian karena penyakit kardiovaskular, penyakit serebrovaskular, dan kanker.”

BACA JUGA:  Optimalkan Manfaat Jus Alpukat dengan Mengkonsumsi Rutin

Dibandingkan menghilangkan atau mengurangi secara drastis jumlah karbohidrat dalam menu makanan Anda, akan lebih baik jika Anda menerapkan pola makan yang seimbang untuk menurunkan berat badan. Menu makanan Anda sehari-hari harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral lainnya hanya saja dalam porsi yang sesuai, tidak kelebihan dan juga tidak kekurangan. Dengan melakukan pola makan yang seimbang, Anda pun akan lebih sehat dan berat Anda pun akan menjadi lebih stabil sehingga tidak mudah naik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here