Museum Rokok Bersejarah House of Sampoerna Surabaya

0
246
Phinemocom
phinemo.com

Spesial.net – Siapa sih yang tidak mengenal rokok? Salah satu produk yang menyumbang devisa negara tertinggi dari pajak dan penyumbang penyerapan tenaga kerja yang juga tinggi. Dan tentunya, anda mengenal salah satu merk rokok kretek (tanpa filter) mungkin salah satunya yang terlintas adalah Sampoerna. Terlepas pro dan kontra, industri rokok memang berjasa bagi Indonesia terutama dari segi ekonomi. Tetapi, apakah memang seburuk itu? Padahal bahan pembuatnya saja terbuat dari bahan alami terutama ketika menilik ke belakang pembuatan produk rokok Sampoerna ini terbuat dari kertas jagung dan cengkeh pilihan, yang anda pasti tahu tidak berbahaya. Dan ternyata perjalanan menjadi sebuah pengusaha rokok sukses juga tidak semudah itu. Maka dari itu, di museum rokok House of Sampoerna ini anda bisa mempelajari dan mengambil sisi baik dari perjalanan hidup seorang manusia hingga menjadi sukses.

Singkat cerita, bapak Liem Seeng Tee membeli sebuah bangunan tua untuk dijadikan sebuah pabrik rokok pada tahun 1932. Itulah cikal bakal berjayanya sebuah pabrik rokok yang anda sampai saat ini. Dan di museum inilah anda bisa melihat perjalanan lebih lanjut perkembangan perusahaan hingga perluasan bisnis dari bapak Liem.

Halaman depan museum cukup luas, bisa menampung hingga 50 mobil. Bentuk depan museum memiliki 4 pilar penyangga dan berbentuk seperti benteng berbentuk kotak. Bangunan ini memiliki dua lantai dimana lantai pertama berisi barang-barang koleksi dan lantai kedua berisi barang-barang suvenir.

BACA JUGA:  4 Tempat Wisata di Sekitar Taman Mayangkara Surabaya

Ketika pertama kali masuk, tercium wangi cengkeh yang khas. Dan langsung terlihat kolam kecil berisi sembilan ikan melambangkan keberuntungan berdasarkan falsafah Cina. Disini juga terlihat foto bapak Liem beserta istri, ibu Siem Tjiang Nio saat masih muda. Terlihat juga foto-foto perjalanan perusahaan dari masa ke masa.

Wisatajatiminfo
wisatajatim.info

Dekat dari situ, anda bisa melihat warung kaki lima berbentuk kotak terbuat dari kayu dan bambu dengan atap dari daun kering. Berjejer banyak toples jajanan mencerminkan kondisi Indonesia saat itu, khususnya daerah Jawa. Warung tersebutlah awal mula bapak Liem merintis usaha rokok tersebut. Sedikit demi sedikit meracik hingga menemukan racikan yang diterima masyarakat dan berkembang pesat hingga kini. Di samping warung ada dua sepeda ontel yang merupakan kendaraan beliau berkeliling menawarkan rokok saat itu.

Aroengbinangcom
aroengbinang.com

Memasuki ruangan selanjutnya, berjejer foto-foto komisioner pabrik dari masa ke masa kemudian menampilkan juga para pegawai pabrik sedang membuat rokok. Selain itu juga, ada koleksi korek api dan pemantik yang digunakan masa itu.

Dan masih banyak ruangan yang bisa dijelajahi disini, seperti ruangan berisi mesin peracik rokok pertama kemudian kendaraan bermotor pertama yang dipakai bapak Liem dan masih banyak lagi yang tidak bisa anda lewatkan terutama jika anda adalah pecinta rokok sejati.

Museum yang berlokasi di jalan Sampoerna ini dimaksudkan bukan sekedar memberi tahu cara membuat rokok tetapi juga bisa menginspirasi dalam menjalankan sebuah bisnis. Hal sesederhana rokok saja bisa menjadi terkenal dan sukses seperti sekarang.

BACA JUGA:  10 Potret ala Urban di Jalan Gula Surabaya

Selain museum, di sekitar juga ada sebuah kafe yang menyediakan beraneka ragam makanan penutup seperti Black Forest Builder. Dan tentunya cocok juga sebagai tempat makan siang, karena menyediakan makanan utama khas Nusantara seperti sop buntut, rawon, dan sapi lada hitam. Jika masih merasa tidak cocok dengan masakan Nusantara, disini juga menyediakan menu luar negeri, seperti barberque, chicken teriyaki dan masih banyak lainnya.

 

==

==

SUMBER: jejakpiknik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here