Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Menjalankan Diet Detoksifikasi

0
213
Jessica To Oto O 585172 Unsplash
Jessica To Oto O 585172 Unsplash

SPESIAL.NET – Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Menjalankan Diet Detoksifikasi. Diet detoksifikasi (detoks) menjadi kian populer belakangan ini. Diet detoks dapat membersihkan darah dan menghilangkan racun berbahaya dari tubuh Anda. Diet detoks biasanya dilakukan dalam jangka pendek dengan cara mengonsumsi makanan jenis tertentu. Tertarik untuk mencobanya? Sebelum mencobanya, pastikan Anda sudah paham mengenai mekanisme kerja diet detoks ini. Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai diet detoksifikasi.

Apa Itu Diet Detoksifikasi?

Detoksifikasi dilakukan untuk membersihkan potensi racun dari dalam tubuh Anda, seperti bahan kimia yang terkandung dalam makanan, polutan, bahan kimia sintetis, dan sebagainya. Detoksifikasi pada tubuh dapat membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti masalah pencernaan, alergi, kembung, dan juga masalah kenaikan berat badan.

Manfaat dari diet detoksifikasi di antaranya:

  • Mengistirahatkan organ Anda dengan puasa.
  • Merangsang hati Anda untuk membuang racun.
  • Membuang racun berbahaya dari dalam tubuh melalui feses, urin, dan keringat.
  • Memperbaiki sirkulasi darah.
  • Memberikan tubuh Anda nutrisi yang sehat.

Bagaimana Cara Melakukan Diet Detoksifikasi?

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk melakukan detoksifikasi. Berikut ini adalah beberapa cara melakukan detoksifikasi terhadap tubuh. Anda dapat memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan tubuh.

  • Puasa selama 1-3 hari.
  • Minum jus buah dan sayuran segar, smoothie, air mineral, dan teh tanpa gula.
  • Menghindari makanan yang mengandung logam berat, kontaminan, dan alergen.
  • Minum suplemen atau herbal.
  • Menghindari semua makanan alergenik, kemudian secara perlahan mengonsumsinya kembali.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Menghindari kopi, rokok, dan gula.
BACA JUGA:  Hummus, Saus Cocol Khas Timur Tengah yang Cocok Menjadi Teman Diet Anda

Apakah Diet Detoksifikasi Perlu Dilakukan?

Hingga saat ini belum ada penelitian yang dapat memberi bukti secara ilmiah bahwa diet detoks efektif untuk menghilangkan racun dan menurunkan berat badan. Terlebih lagi, sebenarnya tubuh Anda mampu untuk menghilangkan racun dengan sendirinya. Meskipun demikian, mungkin ada beberapa bahan kimia yang sulit dihilangkan dengan mekanisme alami tubuh, seperti polutan organik persisten, phthalate, bisphenol A (BPA), dan logam berat.

Seberapa Efektif Diet Detoksifikasi?

Beberapa orang merasa lebih fokus dan energik setelah menjalankan diet detoksifikasi. Namun, hal tersebut bisa saja terjadi karena mereka menghilangkan makanan olahan, kafein, dan zat tidak sehat lainnya dari daftar menu makan sehari-hari. Selain itu, orang yang melakukan diet detoks juga mungkin mendapatkan nutrisi penting, seperti vitamin dan mineral, yang sebelumnya tidak mereka dapatkan.

Namun, tidak sedikit juga yang melaporkan bahwa mereka merasa sangat tidak sehat selama periode detoksifikasi. Sebagian orang yang melakukan diet detoks merasakan efek samping seperti kurang energi, nyeri otot, cepat lelah, merasa pusing dan mual.

Apakah Diet Detoksifikasi Aman Untuk Dilakukan?

Sebelum Anda menjalankan diet detoks, ada baiknya Anda mempelajari terlebih dahulu efek samping yang mungkin ditimbulkan dari diet ini.

  • Tubuh akan kekurangan kalori

Beberapa metode detoksifikasi menyarankan Anda untuk melakukan puasa. Puasa dapat membuat asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh menjadi terbatas. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan, lekas marah, dan bau mulut. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan Anda kekurangan energi dan nutrisi penting bagi tubuh dan ketidakseimbangan elektrolit. Selanjutnya, metode pembersihan usus besar yang kadang-kadang direkomendasikan selama detoksifikasi dapat menyebabkan dehidrasi, kram, kembung, mual, dan muntah.

  • Overdosis
BACA JUGA:  Cara Menurunkan Berat Badan dengan Berenang

Selain puasa, metode lain untuk melakukan detoksifikasi pada tubuh adalah dengan mengonsumsi suplemen atau obat pencahar. Terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan tersebut dapat menimbulkan efek ketergantungan dan mampu meningkatkan risiko overdosis.

  • Beberapa kondisi orang yang dilarang melakukan detoks

Jika Anda ingin melakukan diet detoks, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar mendapat informasi yang aman dan sesuai. Karena ada beberapa kondisi di mana seseorang tidak disarankan melakukan diet detoks, di antaranya penderita diabetes, orang yang memiliki riwayat penyakit jantung, pengidap kolesterol dan tekanan darah tinggi, ibu hamil dan menyusui, serta orang yang kekurangan gizi.

Sebagian besar pakar kesehatan lebih mendukung penerapan gaya hidup sehat dibandingkan melakukan diet detoksifikasi. Cara terbaik dalam menerapkan gaya hidup sehat antara lain, makan makanan yang sehat, rutin berolahraga ringan minimal 30 menit tiap hari, tidur yang cukup, serta minum air yang cukup. Pertimbangkan baik-baik apakah Anda perlu menjalankan diet detoksifikasi ataukah tidak. Sebelum memutuskannya, ada baiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here