Rekomendasi Film Yang Dibintangi oleh Maia Estianty

0
340
Okezonecom
okezone.com

Spesial.net – Selain dikenal sebagai musisi papan atas, ternyata bunda Maia atau Maia Estianty pernah membintangi beberapa film di tanah air. Sebagai wanita kelahiran kota Surabaya mengalir darah seni di dalamnya. Nah, berikut rekomendasi teruntuk anda, penggemar bunda Maia.

Lantai 13 (2007)

Vivacoid
viva.co.id

Luna (Widi Mulia) adalah wanita yang selama setahun menganggur dan akhirnya, salah satu CV yang ia kirimkan diterima. Ia diterima untuk panggilan kerja di sebuah perusahaan Imperindo Visitama di Lantai 13 sebuah gedung kantor Imperial. Luna datang bersama pacarnya yang seorang jurnalis, Rafael (Aryo Wahab) yang terus menerus menanyakan kepada resepsionis mengenai ribut-ribut seorang perempuan yang kesurupan di depan pintu kantor. Kemudian setelah Rafael meninggalkan Luna untuk meliput kejadian ribut itu, seorang wanita cantik dan ramah bernama Laras (Virnie Ismail) memperkenalkan diri sebagai sekretaris Imperindo dan mengajak Luna masuk ke dalam lift menuju Lantai 13. Di Lantai 13, Laras menjelaskan bahwa prosedur penerimaan adalah melalui direkturnya sendiri, dan lantai 13 terlihat agak berantakan karena dalam masa renovasi. Luna memasuki sebuah kamar dimana duduk 12 gadis lain. Setelah ia duduk, Luna merasakan ada yang aneh, tidak ada satupun gadis itu yang berbicara sama sekali. Lalu, lampu mati-nyala berkali-kali dan berakhir menyala kembali dengan hasil, ke-12 gadis itu sudah menghilang.(tabloidbintang.com)

Oh My God (2008)

BACA JUGA:  Deretan Pemenang di Ajang Game Awardss 2018
Filmkomedi22blogspotcom
filmkomedi22.blogspot.com

Oh my god mengisahkan tentang ipin (desta) yang sering kali menjadi bahan ejekan dari teman-teman di sekolahnya. Hal tersebut tidak lepas karena perawakan wajah ipin yang bisa dibilang terlalu tua untuk orang yang masih duduk di bangku sma. Itu membuatnya sering diolok-olok oleh temannya dan menganggap ipin sebagai orang bodoh karena di usianya yang sudah dewasa namun ia masih memakai seragam putih abu-abu. Sebenarnya alasan ipin masih duduk di bangku sma meski usianya sudah bisa dibilang sudah tidak pantas lagi itu karena kemampuan ekonomi keluarganya yang lemah.

Ipin terlahir dari keluarga yang miskin dengan hanya hidup bersama ibunya. Hal tersebutlah yang membuat ipin terlambat masuk ke jenjang pendidikan karena pada saat itu ibunya belum memiliki biaya. Dan kini ketika ibunya sudah memiliki sedikit biaya namun ternyata usia ipin bisa dibilang sudah tidak pantas lagi untuk duduk di bangku sma. Sesuatu yang sebenarnya sempat membuat ipin merasa minder. Namun ibunya selalu memberikan semangat serta motivasi kepada ipin untuk tetap semangat mencari ilmu tidak peduli dengan usianya yang sudah melebihi batas.(filmbor.com)

Kata Maaf Terakhir (2009)

Kapanlagicom
kapanlagi.com

“Kata Maaf Terakhir” mengisahkan Darma (Tio Pakusadewo) menghadapi kenyataan bahwa akhir hidupnya sudah dekat. Agar dapat mengakhiri hidupnya dengan tenang, ada beberapa hal yang ingin ia lakukan yaitu shalat lima waktu, puasa sebulan penuh, berhenti merokok, dan mendapatkan maaf dari mantan isterinya Dania (Maia Estianty) dan kedua anaknya, Reza (Ade Surya Akbar) dan Lara (Amanda). Dulu, Darma meninggalkan istri dan kedua anaknya karena telah menghamili Alina (Kinaryosih), sahabat Dania. Dalam perjalanannya, hanya keinginan terakhir yang belum terpenuhi oleh Darma. Tanpa sengaja, Darma bertemu dengan Lara. Darma berusaha keras mendekati Lara yang awalnya bimbang memenuhi keinginan ayahnya. Namun, bagaimana yang lain, Dania istrinya dan Reza? (layarfilm.com)

Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015)

BACA JUGA:  Deretan Pemenang di Ajang Golden Globe Awards 2019
Mojokco
mojok.co

Guru Bangsa Tjokroaminoto menceritakan tentang setelah lepas dari era tanam paksa di akhir tahun 1800, Hindia Belanda memasuki babak baru yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakatnya, yaitu dengan gerakan politik etis yang dilakukan oleh pemerintah Belanda. Tetapi kemiskinan masih banyak terjadi. Rakyat banyak yang belum mengenyam pendidikan, dan kesenjangan sosial antaretnis dan kasta masih terlihat jelas.

Tjokro berjuang dengan membangun organisasi Sarekat Islam, organisasi resmi bumiputera pertama terbesar kala itu, sehingga bisa mencapai 2 juta anggota. Ia berjuang menyamakan hak dan martabat masyarakat bumiputera di awal 1900 yang terjajah. Perjuangan menjadi benih lahirnya tokoh dan gerakan kebangsaan.

Rumah Tjokro di Gang Peneleh, Surabaya, terkenal sebagai tempat bertemunya tokoh-tokoh bangsa Indonesia kelak. Di rumah sederhana yang berfungsi sebagai rumah kos yang di bina oleh istrinya, Suharsikin, Tjokro juga mempunyai banyak murid-murid muda yang pada akhirnya menetas, memilih jalan perjuangannya masing-masing, meneruskan cita-cita Tjokro yang mulia untuk mempunyai bangsa yang bermartabat, terdidik, dan sejahtera. Salah satu muridnya di Soekarno yang kelak menjadi proklamator kemerdekaan. (hariansejarah.id)

 

==

Beberapa info menarik tentang Surabaya

BACA JUGA:  Serba-serbi Perjalanan Karir Musik Maia Estianty

==

SUMBER: wikipedia.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here