Menikmati Kesegaran Kuliner Khas Surabaya Lontong Balap Pak Gendut

0
111
Travelingyukcom
travelingyuk.com

Spesial.net – Jika berbicara tentang kuliner Kota Surabaya tidak akan ada habisnya. Kentalnya budaya Jawa melekat di kota ini, membuat kuliner rakyat tetap lestari, salah satunya lontong balap. Kenapa diberi nama lontong balap, berikut sedikit sejarahnya.

Menurut cerita dahulu lontong balap masih dijual dalam kemaron besar yang terbuat dari tanah liat yang dibakar, yang berat dan dipikul keliling kota. Kemaron besar yaitu wadah terbuat dari tanah liat (dibakar menjadi warna merah bata). Karena bobot kemaron yang berat, sekarang tempat ini diganti dengan panci yang terbuat dari logam. Para penjual lontong balap ini, untuk berebut pembeli di perjalanan dan pembeli di pasar berjalan cepat-cepat menuju pos terakhir di Pasar Wonokromo, dari jalan cepat ini menimbulkan kesan berpacu sesama penjual (dalam bahasa Jawa: balapan), dari balapan ini kemudian dikenal dengan nama lontong balap. (wikipedia.co.id)

Nah, dari sekian penjual Lontong Balap, ada satu pedagang yang cukup tersohor di Kota Surabaya, yaitu Lontong Balap Pak Gendut. Lontong Balap ini sudah dirintis sejak tahun 1956 oleh Pak Gendut, namun sekarang usaha ini dilanjutkan oleh anak-anaknya setelah Beliau meninggal dunia. Lontong Balap Pak Gendut, yang kini dikelola anak lelakinya, Aris Taufiq, 35 tahun, sebenarnya baru 28 Oktober 2012 pindah ke Jalan Moestopo depan kantor PDAM Surabaya. Sebelumnya, selama berpuluh tahun, lontong balap itu berada di trotoar Jalan Kranggan, tak jauh dari gedung bioskop Garuda. Oleh karena itu dinamakan Lontong Balap Garuda. Di warung kaki lima itulah Haji Abdul Rohim alias Cak Gendut membuka usaha yang ia warisi dari sang ibu, Saunah. Saunah, warga Kampung Margo Rukun, membuka warung lontong balap itu sejak 1958. Cak Gendut lantas meneruskan usaha ibunya itu sejak 1987.

BACA JUGA:  Sate dengan Bumbu Rahasia Super Lezat, Sate Klopo Ondomehan Bu Asih

Seporsi Lontong Balap terdiri dari potongan lontong, tahu goreng, lentho dan ditaburi taoge yang melimpah. Kemudian disiram dengan kuah, tak lupa sebelum disajikan ditaburi dengan bawang goreng, kecap dan bumbu petis serta sesendok sambal. Sebagian besar kuliner khas Surabaya selalu ditambah dengan petis. Rasa yang tercipta dari perpaduan isian Lontong Balap sangat unik, pedas, gurih dan juga menyegarkan. Rasanya semakin semakin sempurna jika dinikmati bersama sate kerang dan ditutup dengan segelas teh manis hangat, namun kalau Anda ingin rasa pedasnya tidak cepat pergi dan perut menjadi lebih kenyang, bisa juga memesan es degan yang menggoda.

Satu unsur yang paling unik adalah lentho goreng. Tentang lentho, secara struktur memang mirip dengan perkedel, tapi ini terbuat dari kacang tolo yang ditumbuk halus dan disatukan dengan adonan dari parutan singkong dan bumbu-bumbu lainnya, kemudian digoreng. Yang spesial dari lentho di Lontong Balap Pak Gendut ini adalah lentho dibuat hanya dengan kacang tolo yang dibumbui, sehingga dihasilkan lentho yang renyah dan awet meskipun dicampur dengan kuah Lontong Balap. Kuah Lontong Balap sendiri merupakan campuran air kaldu, bumbu, dan bawang goreng. Selain menyegarkan, Lontong Balap juga merupakan paduan rasa manis, asin, dan gurih. (ksmtour.com)

 

==

Beberapa info menarik tentang Surabaya

BACA JUGA:  20 Potret Resto Berkonsep Perpustakaan Libreria Eatery

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here