Menikmati Rujak Cingur Harga Bintang Lima dengan Rasa Bintang Lima di Rujak Cingur Ahmad Jais Surabaya

0
197
Kompasianacom
kompasiana.com

Spesial.net – Rujak cingur merupakan salah satu kuliner yang sering dicari ketika berkunjung ke Surabaya. Keunikannya adalah menggunakan bahan daging hidung sapi atau kerbau (cingur) di dalam bermacam-macam buah. Sebagai orang awam, anda pasti merasa risih tentang bagaimana rasa yang dihasilkan. Belum lagi bagian daging yang diambil pun bagian hidung, yang notabene jarang dinikmati oleh kebanyakan orang. Nah, di antara berjamurnya pedagang rujak cingur di Surabaya, ada satu depot rujak cingur tersohor yaitu Rujak Cingur Ahmad Jais, selain terkenal dengan kelezatan dan keramaiannya, rujak di tempat ini dibanderol dengan harga selangit. Kira-kira seperti apa sih jelasnya, berikut penjelasannya.

Rupanya, pemilik rujak cingur yang konon berdiri sejak tahun 70-an itu bernama, Ny. Ng Giok Tjoe. Sesuatu yang istimewa dari rujak cingur ini adalah, bumbunya, harum petisnya sudah menggoda indera penciuman. Paduan rasa asam, manis dan sedikit cubitan rasa pedas menemani segarnya aneka sayuran dan buah. Lalu, dilengkapi dengan uniknya aroma petis yang menjadi aktor utama di bumbunya. (faktualnews.co)

Potongan tahu goreng dan tempe kering juga tampak terselip di antaranya sebelum diguyur dengan bumbu rujak berwarna hitam pekat olahan kacang dan bumbu petis yang beraroma khas, hasil ulekan Ny. Ng Giok Tjoe yang sudah mulai berjualan rujak cingur ini sejak tahun 70an. Lalu apa yang membuat istimewa dari Rujak Cingur Ahmad Jais ini sehingga sanggup bertahan hingga puluhan tahun?

BACA JUGA:  Menikmati Nasi Goreng Cinta Khas Pastakangen Coffee Roaster Surabaya

Yang utama jelas bumbunya, harum petisnya sudah menggoda indera penciuman. Dan pada suapan pertama, indera pengecap pun dimanjakan dengan paduan rasa asam, manis dan sedikit cubitan rasa pedas yang menemani segarnya aneka sayuran dan buah, plus uniknya aroma petis yang menjadi aktor utama di bumbunya. Tapi yang paling utama tentunya adalah suguhan cingurnya. Daging cingurnya berlimpah, bersih tanpa bau amis dengan kekenyalan yang pas, tidak alot pun tidaklah terlalu lunak. Satu porsi yang tersaji di Rujak Cingur Ahmad Jais ini juga sangatlah berlimpah, cukuplah untuk berdua kecuali ketika perut tengah keroncongan. Untuk sajian yang spesial ini, harganya juga sangat sepesial. Enam puluh ribu rupiah untuk satu porsinya, dua sampai tiga kali lipat dibanding harga rujak cingur di tempat lain. Tapi hebatnya, harga yang selangit ini tidak menyurutkan pelanggan untuk tetap antri menikmati kuliner khas legendaris dari kota Pahlawan ini. (banyumurti.net)

Sejarah Rujak Cingur

Zaman dahulu kala di Masiran, bertahtalah raja Firaun Hanyokrowati. Pada hari ulang tahunnya, beliau memanggil seluruh juru masak istana untuk menyediakan masakan spesial untuk dirinya. Raja Firaun telah mencoba semua masakan yang telah dibuat untuknya, namun tidak ada yang cocok di lidah. Tiba-tiba masuklah seoran punggawa kerajaan menghadap Raja Firaun dan mengatakan ada seseorang yang ingin menyajikan masakan untuk sang raja. Orang tersebut bernama Abdul Rozak dan ia menyajikan sebuah masakan yang dibungkus dengan daun pisang. Masakan tersebut sudah dicek oleh ahli kesehatan di kerajaan dan dipastikan aman. Setelah raja mencicipi masakan itu, ia pun makan dengan lahap dan keringatnya bercucuran saking pedasnya.

BACA JUGA:  Kilauan Indah Pemandangan Air Mancur Jembatan Suroboyo

Abdul Rozak dihadiahi sebuah kapal laut yang mewah dan sebidang tanah, serta diangkat menjadi kepala juru masak istana. Tapi, ia menolak dan hanya mau menerima kapal laut untuk mengembara. Sang raja setuju asal ia mau memberikan resep masakan tersebut. Abdul Rozak pun mengembara dengan kapal laut dan mampir ke Tanjung Perak, Surabaya dan menyebarkan resep tersebut.

Karena di sini ia kesulitan mendapatkan cingur onta, ia pun mengganti cingur onta dengan cingur sapi yang ternyata menjadikan rasanya lebih sedap. Masyarakan di Surabaya pun berdatangan ke Abdul Rozak untuk mencicipi rujak tersebut. Karena warga sulit mengucapkan kata ‘rozak’, jadi mereka menamakan masakan ini ‘rujak cingur’. (pegipegi.com)

 

==

Beberapa info menarik tentang Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here