Inilah Beberapa Alasan Mengapa Tidur Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan

0
179
Adult Bench Business Man 272064
Adult Bench Business Man 272064

SPESIAL.NET – Inilah Beberapa Alasan Mengapa Tidur Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan. Tidur merupakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi setiap orang. Dengan tidur, Anda bisa beristirahat setelah seharian melakukan aktivitas dan membuat energi Anda kembali terisi. Kurang tidur bisa menyebabkan kinerja yang buruk, sulit mengontrol emosi, timbulnya jerawat, bahkan hingga kenaikan berat badan. Menurut Matthew Walker, seorang dosen psikolog sekaligus pakar ilmu saraf dari University of California di Amerika Serikat, tidur malam yang nyenyak adalah salah satu faktor penting yang ikut menentukan berat badan. Jika Anda sedang menjalankan program penurunan berat badan, memiliki kualitas tidur yang baik merupakan salah satu faktor keberhasilan program yang sedang Anda jalankan. Inilah beberapa alasan mengapa memiliki kualitas tidur yang baik sangat penting untuk menurunkan berat badan.

  1. Membantu menghentikan keinginan untuk mengemil di malam hari

Semakin lama terjaga, semakin besar juga kemungkinan Anda mengonsumsi lebih banyak kalori, dimana hal tersebut dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Tubuh akan cenderung merasa lapar saat kurang tidur dan berakibat pada meningkatnya berat badan. Saat tubuh merasa lapar, muncul keinginan untuk mengonsumsi banyak makanan dan biasanya berupa makanan cepat saji yang dapat meningkatkan risiko obesitas. Hal ini juga terjadi lantaran terdapat hormon yang dapat mengendalikan rasa lapar dalam tubuh yakni ghrelin dan leptin hanya bisa bekerja saat terlelap. Saat tidur nyenyak dan cukup, tubuh dapat membuat dua hormon itu bekerja.

  1. Membantu membakar lebih banyak kalori
BACA JUGA:  Diet Dopamin, Menjanjikan Penurunan Berat Badan dan Pikiran yang Bahagia

Tidur yang cukup tidak hanya bisa memberikan Anda energi untuk digunakan keesokan harinya, tetapi juga bisa membantu membakar kalori. Dikutip dari time.com, per satu jam kita tidur, kalori yang dibakar bisa mencapai 50 sampai 100 kalori. Dalam sebuah penelitian tahun 2012 yang dipublikasikan di Annals of Internal Medicine memperlihatkan ketika sekelompok kecil pria dan wanita hanya tidur empat jam per malam, tubuhnya akan menjadi resistensi insulin (kondisi di mana insulin tidak bekerja dengan semestinya), sehingga berisiko mengalami obesitas dan diabetes.

  1. Meningkatkan pembakaran lemak

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan fakta bahwa tidur ternyata memang bisa membantu proses pembakaran lemak. Dalam penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Sleep, para peneliti mengecek kaitan antara pola tidur dengan indeks massa tubuh dari 1.000 orang yang kembar. Kebanyakan partisipan penelitian tidur dengan waktu rata-rata 7,2 jam dalam semalam. Durasi tidur ini sesuai dengan rekomendasi The National Sleep Foundation yang berkisar antara 7 hingga 9 jam. Hasilnya adalah, mereka yang tidur kurang dari 7 jam dalam semalam cenderung memiliki indeks massa tubuh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidur dengan waktu 9 jam.

  1. Membantu Anda berbelanja makanan yang lebih sehat

Jangan pernah berbelanja bahan makanan ketika Anda lapar atau kelelahan. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Obesity, pria yang kurang tidur membeli hampir 1.300 kalori dalam makanan lebih banyak daripada pria yang beristirahat dengan baik. Hal ini tidak tergantung pada tingkat lapar karena semua peserta, baik yang kurang tidur atau tidak, telah diberi sarapan terlebih dahulu sebelum tes.

  1. Lebih bisa mengontrol porsi makan
BACA JUGA:  Waspadai 6 Ciri-Ciri Penyakit Jantung yang Mengkhawatirkan

Dalam sebuah penelitian di Swedia, para peserta yang beristirahat dengan baik dan kurang tidur diminta untuk menyelesaikan tugas “ukuran porsi ideal” yang terkomputerisasi di mana mereka dapat memanipulasi ukuran penyajian mereka di layar. Penelitian tersebut menemukan bahwa orang yang kurang tidur menambahkan 35 kalori tambahan dalam camilan ke “piring” digital mereka dibandingkan dengan peserta yang beristirahat dengan baik.

  1. Membantu otak Anda lebih fokus

Para peneliti di Harvard Medical School melakukan pemindaian otak pada orang-orang yang melaporkan kantuk di siang hari yang tinggi dan mengukur aktivitas otak mereka sebagai respons terhadap makanan berkalori tinggi. Pemindaian menunjukkan berkurangnya aktivasi di korteks prefrontal ventromedial, area otak yang terlibat dengan penghambatan dan kontrol perilaku. Hal tersebut membuat Anda memiliki kecenderungan untuk makan berlebihan karena merasa lelah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here