Makan Pizza Ketika Sedang Diet? Kenapa Tidak?

0
135
Cheese Delicious Dinner 2232
Cheese Delicious Dinner 2232

SPESIAL.NET – Makan Pizza Ketika Sedang Diet? Kenapa Tidak? Pizza adalah makanan favorit sebagian besar orang. Kombinasi yang lezat antara rotinya yang renyah, saus tomat, dan juga keju mozzarella pasti akan membuat Anda ketagihan untuk terus mengonsumsinya. Sayangnya, pizza seringkali diberi label tidak sehat karena tinggi kalori, garam, dan lemak. Bagi Anda yang sedang menjalankan program penurunan berat badan, pizza mungkin akan menjadi salah satu makanan yang dijauhi. Namun, kini Anda tidak perlu khawatir, karena Anda bisa tetap makan pizza tanpa merasa bersalah. Anda bisa membuat pizza yang sehat dan tentu tidak kalah enak dibandingkan pizza yang banyak dijual di restoran cepat saji.

Tips Konsumsi Pizza yang Sehat

Sementara banyak jenis pizza tinggi kalori, lemak dan garam, pizza yang dibuat dengan bahan-bahan segar dan utuh bisa menjadi pilihan yang baik. Pizza gaya tradisional adalah makanan yang relatif sederhana, dibuat dari tepung, ragi, air, garam, minyak, saus tomat, dan keju segar. Pizza yang dibuat dari awal dengan menggunakan bahan-bahan terbatas ini ternyata bisa menjadi makanan yang sangat sehat. Saat membuat pizza sendiri, kandungan nutrisi dapat ditingkatkan dengan menambahkan topping padat nutrisi, seperti sayuran atau sumber protein sehat seperti ayam bakar. Berikut ini beberapa tips agar Anda tetap bisa mengonsumsi pizza walaupun sedang menjalankan program penurunan berat badan.

  • Buat pizza Anda sendiri dari bahan-bahan yang menyehatkan. Membuat roti pizza sendiri dengan bahan-bahan sehat seperti tepung gandum atau tepung bebas gluten dapat meningkatkan kandungan serat. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan pizza dengan saus buatan sendiri, keju berkualitas tinggi dan topping sehat seperti paprika, tomat, brokoli, ayam, bawang putih atau jamur.
  • Jika Anda tidak bisa membuatnya dan terpaksa membeli di luar, pilih pizza khas Italia. Pizza asli Italia berbeda dengan pizza yang umumnya dijual di restoran cepat saji. Pizza jenis ini lebih tipis, garing, dan tidak berminyak. Selain itu, pizza Italia juga biasanya dilengkapi dengan irisan tomat panggang, keju, bawang bombay, bawang putih, dan minyak zaitun. Dengan mengonsumsi pizza Italia, Anda akan mendapat asupan antioksidan dan serat yang baik.
  • Saat Anda ingin membeli pizza, sebaiknya pilih pizza dengan topping yang menyehatkan, seperti jamur, paprika, bawang, buah zaitun, bayam, kemangi, dan jenis-jenis sayuran lainnya. Jika Anda menginginkan topping daging, kurangi takarannya menjadi setengah.
  • Terkadang Anda bisa jadi khilaf ketika disuguhi seloyang pizza. Setelah satu potong habis, Anda bisa mengambilnya lagi dan lagi. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya pesan makanan pendamping yang mengenyangkan, seperti salad sayur atau buah. Hindari memesan hidangan pendamping yang tinggi lemak dan kalori, seperti sayap ayam atau roti keju.
  • Sebelum melahap pizza, Anda bisa mengambil tisu bersih lalu menempelkannya pada permukaan pizza. Teknik ini dapat sedikit mengurangi lemak dan kalori pada pizza.
  • Jika Anda gemar mengonsumsi pizza didampingi minuman bersoda, mulai sekarang gantilah dengan air putih atau jus buah asli. Dengan cara ini Anda bisa menurunkan asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh.
BACA JUGA:  Manfaat Air Kelapa, Melancarkan Pencernaan Hingga Melawan Tanda Penuaan

Pizza tidak hanya lezat tetapi juga bisa menjadi pilihan makanan sehat. Meskipun pizza di restoran cepat saji cenderung tinggi kalori, lemak, garam, dan bahan-bahan tidak sehat lainnya, namun ternyata Anda bisa menyiasatinya. Mengontrol porsi makan, menambahkan topping sehat, dan membuat pizza sendiri adalah beberapa pilihan bagi pecinta pizza yang sedang berusaha menurunkan berat badan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here