Keakraban Korea Utara dan Korea Selatan Buah dari Korea Summit 2018

0
55
09
09

Seperti kita ketahui bahwa tahun 2018 merupakan tahun bersejarah bagi dua negara, yaitu negara Korea Utara dan Korea Selatan. Kedua negara mulai berseteru semenjak meletusnya perang Korea (1950-1953). Dan pada April 2018 ini keduanya menggelar Korean Summit yang ketiga setelah 11 tahun, dan saat pertama kalinya juga pemimpin Korea Utara menginjakan kaki di Korea Selatan semenjak perang Korea berakhir. Tujuan pertemuan ini kurang lebih pembahasan perjanjian damai dan kerjasama. Momen yang sangat mengharukan yaitu ketika Presiden Korea Selatan, Moon Jae In dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un saling berjabat tangan dan mendampingkan putra dan putrinya melakukan foto bersama. Momen ini diharapkan menjadi petanda baik untuk seterusnya.

Seiring waktu berjalan semenjak Korean Summit, Moon Jae In selaku presiden Korea Selatan menunjukan tanda persahabatannya. Seperti dilansir oleh CNN Indonesia, pada tanggal 4 Desember 2018, akan mengadakan pertemuan sebelum hari raya Natal berlangsung. Meskipun belum pasti tanggal yang akan digelar, tetapi pertemuan tersebut kemungkinan besar akan terselenggara. Pertemuan tersebut selain mempererat hubungan kedua negara tentu saja memiliki tujuan penting lainnya, salah satunya adalah membujuk percepatan proses denuklirasasi dan juga mempererat hubungan Korea Utara dan Amerika Serikat.

Korea Utara memang dikenal memiliki hubungan buruk dengan Amerika Serikat. Amerika Serikat yang seringkali ikut campur dengan urusan negara lain menjadi salah satu alasan Korea Utara “membenci” Amerika Serikat. Dan juga Amerika Serikat merasa terganggu karena Korea Utara sering kali meluncurkan percobaan rudal nuklir dan ditakutkan memicu perang besar terutama di daerah Asia Timur. Dan momen inilah yang diharapkan menjadi air dingin penyejuk di antara semua perseteruan.

Selain momen disebutkan di atas, Presiden Korea Selatan sempat mengunggah sebuah postingan berupa foto dirinya beserta istri dikelilingi anak-anak Gomi via aplikasi instagram, yang ternyata merupakan anjing pemberian Kim Jong un. Pada postingan tersebut terlihat ibu negara sedang memangku seekor anak anjing sedang orang nomor satu di Korea Selatan itu sedang dikelilingi empat ekor anak anjing lainnya. Pria yang sangat menyukai anjing tersebut menerima Gomi yang diduga dalam keadaan hamil. Dan postingan tersebut menunjukan kebahagiaan atas pemberian bersama “keluarga” yang telah diberi oleh Kim.

BACA JUGA:  Hidangan Pecel Lele ala Gourmet Kreasi Chef Ben Ungermann

Petanda baik selanjutnya buah dari Korea Summit yang berlangsung April lalu, yaitu pertimbangan PBB selaku badan dunia untuk mengizinkan kedua negara Korea tersebut melakukan survey jalur kereta api yang menyambungkan keduanya guna dihidupkan kembali. Korea Utara yang tengah diberi sanksi oleh PBB diberi izin karena adanya Korea Selatan ikut melakukan survey. Selain itu, Korea Selatan dikabarkan membawa bahan bakar bagi lokomotif tetapi PBB hanya membatasi impor sebanyak 500 ribu barel dan warga Korea Utara dilarang bekerja di luar negaranya.

Terakhir, dikabarkan juga akan adanya pembukaan jalan yang membatasi kedua negara. Jalan berkontur tanah tersebut dibuka guna mengevakuasi korban perang Korea yang masih berada di Korea Utara. Renovasi jalan selebar 12 meter tersebut telah disepakati oleh kedua negara. Dan juga, kedua negara sepakat untuk menghancur bunker-bunker senjata sekitar jalan serta ranjau-ranjau berbahaya.

Dua tahun terakhir ini diketahui hubungan kedua negara ini memang mulai mencair. Meskipun kondisi kedua negara Korea sudah membaik, tetapi berbeda dengan hubungan Korea Utara dengan Amerika Serikat yang masih alot dikarenakan Amerika Serikat masih ingin menekan dan menjatuhkan sanksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here