Beberapa fakta perlawanan di Puncak Kabo, hingga penyerangan helikopter dan ditemukannya 15 jasad

0
48
Dpr
Dpr

Pertempuran antara aparat keamanan dnegan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) din Nduga, Papua, berlangsung sengit.

Helikopter milik TNI ditembaki oleh anggota KKB saat melakukan evakuasi Serda Handoko. Aparat gabungan TNI-Polri tidak diam saja. Serbuan yang dilkukan oleh aparat gabungan TNI-Polri ini langsung dilancarkan dan akhirnya dapat memukul mundur KKB.

Aparat gabungan saat ini telah berhasil menguasai Pos TNI di Mbua dan akan terus melakukan pemyisiran terhadap anggota KKB pimpinan Egianus Kogoya. Sementara itu, korban-korban pembantaian yang telah dilakukan oleh KKB telah ditemukan oleh aparat.

Dan ini berikut beberapa fakta perburuan KKB di Nduga, Papua.

  1. Serda Handoko dan Pratu Sugeng yang tertembak oleh KKB di Pos TNI Mbua

Sekitar pada pukul 05.00 WIT, Senin (3/12/18), Pos TNI 755/Yalet, dimana tempat Jimmi beserta teman-teman nya diamankan, diserang oleh KKB.

Anggota KKB datang  menyerang dengan membawa senjata api yang berstandar militer, panah, batu serta tombak.

“Rupanya mereka tetap melakukan pengejaran. Serangan ini diawali dengan pelemparan batu ke arah Pos sehingga alah satu seorang anggota Yonif 755/Yalet, Serda Handoko membuka jendela, lalu ditembak dan meninggal dunia,” kata Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhamad Aidi, Rabu (5/12/2108).

“Saat itu anggota di pos membalas tembakan sehingga terjadi kontak tembak dari jam 05.00 WIT sampai 21.00 WIT. Karena situasi tidak berimbang dan kondisi medan yang tidak menguntungkan, maka pada 4 Desember sekitar pukul 01.00 WUT, Denpos memutuskan untuk mundur mencari medan perlindungan yang lebih menguntungkan. Saat itulah seorang anggota, Pratu Sugeng, tertembak di lengan,” ujar Aldi.

 

  1. Terjadinya baku tembak di Puncak Kabo

Setelah sebelumnya sempat untuk mundur, pasukan TNI dari Pos TNI 755/Yalet dengan bersama aparat gabungan, berhasil merebut kembali Pos TNI di Mbua tersebut.

Lalu, aparat TNI-Polri yang tergabung di Tim Belukar segera melakukan pengejaran terhadap kelompok KKB yang dipimpin oleh Egianus Kagoya ke Puncak Kabo.

Saling baku tembak pun tak dapat terhindari setelah KKB melihat Tim Belukar merangsek hingga sampai di Puncak Kabo.

“Sesampainya di Puncak Kabo, tim yang terdiri dari anggota TNI dan Polri mendapat perlawanan dari kelompok KKB,”ungkap Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin Siregar, Rabu (5/12/18).

“Sampai saat ini tim Nanggala yang telah bersatu dengan Tim Belukar masih melakukan penyisiran di Puncak Kabo. Kontak tembak terus terjadi. Tetapi masih susah mendapat kondisi ril di sana, lantaran akses telekomunikasi yang susah,” kata Kapolda singkat.

 

  1. Bharatu Wahyu terkena tembakan dan sulitnya medan di Puncak Kabo

Bharatu Wahyu NRP 95100020, Personil Yon B ki 3 Resimen II Pelopor tertembak di bagian tangan nya saat melakukan penyerbuan ke Puncak Kabo.

BACA JUGA:  Keakraban Korea Utara dan Korea Selatan Buah dari Korea Summit 2018

Bharatu wahyu pun segera dievakuasi oleh tim untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu, pasukan lainnya akan terus melakukan pengejaran terhadap KKB di wilayah sekitar Puncak Kabo.

“Kini anggota yang terluka telah dievakuasi ke Wamena ibu kota Kabupaten Jayawijaya. Kondisinya masih sadar, dia tertembak di bagia  lengan,” ujar Kapolda Papua Irjen Pol. Martuani Sormin Siregar.

Untuk sampai ke Puncak Kabo, pasukan harus melewati jalur hutan yang lebat, berbukit, dan melewatu sungai.

Tak hanya itu, kelompok Egianus Kagoya ini dipersenjatai senjata tempur, melakukan perlawanan terhadap aparat penegak hukum.

  1. KKB menyerang helikopter TNI saat mengevakuasi Serda Handoko

Saat tim akan mengevakuasi jenazah Serda Handoko, helikopter TNI diserang KKB pada hari Rabu (5/12/18).

Alhasil, baling-baling helikopter terkena tembakan oleh KKB, namun evakuasi tetap berjalan dan akhir nya jenazah berhasil dilakukan oleh Tim Nanggala.

Sekarang jenazah Serda Handoko telah berhasil dievakuasi dari Distrik Mbua ke Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga, dan selanjutnya akan langsung diterbangkan ke Timika, Kabupaten Mimika.

“Karena ada tembakan dari  arah Puncak Kabo, maka Tim Nanggala melakukan tembakan balasan dari helikopter. Ada satu helikopter jenis Bell yang baling-balingnya terkena tembakan dari kelompok KKB,” ungkapnya ketika dihubungi melalui telefon.

 

  1. Tim gabungan TNI-Polri berhasil kuasai wilayan Puncak Kabo

KKB lebih mengusai medan pertempuran dan terus melakukan perlawanan di Kabupaten Nduga. Namun, anggota TNI-Polri tidak pernah menyerah untuk dapat terus melakukan perlawanan terhadap musuh.

Dandim 1702/Wamena Letkol Inf Chandra Dianto mengungkapkan, hampir diseluruh wilayah di Puncak Kabo sudah berhasil ditangani tim evakuasi.

Namun, ternyata kondisi dilapangan tidak dapat diprediksi, lantaran cuaca yang kurang mendukung disana.

“Cuaca disana sangat berkabut. Jaringan telekomunikasi terbatas. Tapi sudah kuasai wilayah tersebut,”katanya.

 

  1. Aparat gabungan temukan 15 jenazah di Puncak Kabo

Sebanyak 15 jenazah telah ditemukan oleh tim evakuasi di Puncak Kabo, Kali Yigi, Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, Kamis (5/12/18).

Jenazah-jenazah tersebut sudah dipastikan adalah para pegawai PT Istika Karya yang bekerja untuk membangun jembatan kali Yigi-Kali Aurak atau bagian dari proyek pembangunan jalan Trans Papua.

Rencananya, pada hari Kamis (6/12), apabila tidak ada kendala, seluruh jenazah akan dievakuasi.

“Proses evakuasi jenazah segera dilakukan. Itu semua tergantung cuaca. Kalau cuaca di Wamena bagus maka kita bawa ke sini. Tapi kalau tidak, kita upayakan ke Timika,” ujar Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Kol. Jonatan Binsar P Sianipar, Rabu (5/12) malam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here