Cara Menulis Script untuk Video YouTube Bule Bahasa Inggris

Menulis script untuk video YouTube Bule yang menggunakan bahasa Inggris memiliki kesulitan tersendiri. Tata bahasa, gaya bahasa, intonasi, dan artikulasi hanya beberapa hal yang harus kamu perhatikan ketika menulis script untuk video YouTube Bule.

Sebagian orang bisa berbicara bahasa Inggris dengan lancar. Sebagian lainnya bisa menulis dengan baik.

Ketika keduanya digabungkan, jadilah Kokokrunch video YouTube Bule dengan narasi yang enak didengar, jelas, dan mudah dipahami.

Tapi, tidak semua orang punya kemewahan atau kenalan yang memiliki satu-dua keahlian di atas. Solusinya, kamu harus menguasai cara menulis script video Bule untuk bisa menghemat budget.

Kalau selama ini kamu bikin konten YouTube langsung gas saja dan bergantung pada improvisasi, sekarang saatnya beralih ke metode profesional dengan membuat script video lebih dulu.

Script video termasuk dasar paling penting dalam pembuatan konten YouTube. Script mempermudah kamu dalam menentukan arah pembahasan, editing, dan revisi video.

Kalau kamu serius ingin menggarap ladang YouTube dan bisa panen dolar dari Internet, kamu harus mulai dengan belajar cara membuat script video Bahasa Inggris a.k.a video Bule. Plus, akan ada bonus di akhir artikel ini. Jadi, baca sampai akhir.

Tapi sebelumnya, pahami dulu pondasi krusial untuk pembuatan video, yaitu storytelling.

Formula Storytelling untuk Video YouTube

Video apapun yang kamu buat, semuanya harus memiliki struktur storytelling seperti ini:

  1. Pengenalan
  2. Konflik
  3. Solusi

Kalau kamu masih pemula, ikuti urutan struktur di atas dan jangan dibolak-balik. Salah-salah, kamu malah membuat penonton bingung dengan teknik lanjutan seperti flashback.

Untuk saat ini, fokus saja pada struktur tersebut, berurutan.

Pada tahap pengenalan, perkenalkan masalah yang mungkin saja dialami oleh penonton kamu.

Pada tahap konflik, kembangkan masalah tersebut sampai mencapai klimaks.

Pada tahap solusi, berikan solusi permasalahan tersebut pada penonton.

Meskipun ini teknik storytelling dasar, kamu bisa menggunakan struktur ini untuk jenis video apa saja. Misalnya video promosi, informasi, tutorial, atau vlog.

Kalau kita terapkan teknik ini, hasilnya akan jadi seperti contoh berikut:

  1. Pengenalan
    Masalahnya adalah, kamu ingin panen dolar dari Internet dengan membuat konten Bule, tapi kamui tidak tahu cara membuat script video Bahasa Inggris.
  2. Konflik hingga klimaks
    Kanal YouTube kamu kehilangan peminat karena penonton Bule tidak menonton video kamu sampai akhir. Kamu tidak berhasil menjaga perhatian penonton sampai akhir video.
  3. Solusi
    Channel ini menyediakan cara menulis script video Bule yang mengajarkan teknik storytelling, cara memilih kata, dan trik menulis script yang bisa diaplikasikan untuk konten YouTube.

Struktur ini umum digunakan untuk bermacam-macam tulisan. Tapi hari ini, kamu akan belajar cara penerapannya untuk video YouTube dengan sedikit penyesuaian.

Cara Menulis Script Video YouTube Bule: Ini yang Kamu Tunggu

Performa video YouTube terhitung bagus kalau kamu berhasil membuat penonton meng-klik video kamu, menonton video sampai akhir, kemudian mengambil langkah spesifik seperti subscribe, mengunduh materi lead magnet, atau menonton video lain dari kanal kamu.

Untuk mencapai goal tersebut, kamu harus menerapkan teknik ini ketika menulis script video, yaitu Video Engagement Timeline.

Formula Video Engagement Timeline (VET)

Gambar 1. Ilustrasi VET untuk video YouTube

Formula VET memuat 4 bagian utama yaitu Intro, Title, Masalah, dan Solusi plus CTA. Mari kita bahas keempat bagian tersebut satu persatu:

#1. Intro – Pengenalan

Bagian intro dimulai tepat ketika seseorang membuka video kamu. Pada bagian ini, jelaskan langsung dengan blak-blakan kenapa penonton harus menonton video kamu.

Tawarkan janji-janji manis kamu di sini. Dorong penonton agar mau menonton video kamu sampai habis.

Fokus pada penonton. Sampaikan apa yang akan mereka dapatkan kalau mereka menonton sampai akhir.

Jangan terjebak dengan kata pengenalan. Video ini bukan tentang kamu memperkenalkan diri ke penonton. Nggak ada yang peduli kamu siapa. Penonton hanya peduli solusi apa yang bisa kamu tawarkan atas masalah mereka.

Maka, janjikan solusi itu di awal video kamu.

#2. Title – Kenalkan Brand Channel YouTube Kamu

Bagian title memuat judul video, termasuk branding channel YouTube kamu. Masukkan logo dan tagline channel kamu.

#3. Masalah – Berikan Konteks

Masalah adalah bagian kedua dari struktur storytelling yang saya sebutkan di atas. Pada bagian ini, kamu menjelaskan masalah tersebut dengan menambahkan konteks.

Diskusikan masalah dari berbagai sudut pandang agar penonton bisa paham lebih dalam.

Jelaskan bagaimana masalah tersebut mempengaruhi kehidupan penonton, dan jelaskan bagaimana kamu akan memberikan solusi dari berbagai sudut pandang.

Contohnya seperti ini:

Masalah : “Kenapa sulit sekali membuat video Bule di YouTube?”

Mungkin saja kamu kesulitan berbicara bahasa Inggris dengan orang lain. Kamu bisa memahami suatu hal dengan baik, tapi kesulitan menyusun kalimat dalam bahasa Inggris agar orang lain bisa mengerti.

Atau mungkin, kamu tidak percaya diri kalau orang lain bisa memahami kalimat yang kamu ucapkan. Atau, bisa saja kamu takut salah ucap dan malah mendapat makian dari Bule yang menonton video kamu.

Menambahkan konteks pada masalah yang akan kamu bahas dalam video bertujuan untuk membantu penonton merasa relatable.

#4. Solusi & CTA – Tawarkan Solusi

Sekarang saatnya kamu menawarkan solusi dan jawaban atas masalah dan pertanyaan penonton yang sudah kamu bahas di awal.

Usahakan solusi yang kamu buat memiliki langkah-langkah yang jelas agar mudah diikuti dalam bentuk video.

Kalau memungkinkan, berikan contoh konkret dalam setiap langkah agar memudahkan penonton mengingat solusi yang kamu berikan.

Contohnya? Well, lihat saja struktur artikel ini. Kamu pasti bisa menemukan contoh dalam setiap pembahasan yang diberikan.

Pada bagian akhir, berikan Call-to-action atau CTA. Misalnya seperti ajakan untuk subscribe, menonton video kamu yang lain, daftar member, atau mengunjungi website kamu.

Berikan CTA yang jelas agar penonton tahu apa yang harus mereka lakukan setelah menonton video kamu.

Tulis Script Video yang Jelas

Siapa saja bisa menulis. Betul, nggak?

Mulai dari tulisan di media sosial, status WhatsApp, percakapan di Instant Messenger, menulis buku harian, hingga artikel yang kamu baca saat ini.

Tapi, berapa banyak yang bisa menulis dengan jelas?

Berapa banyak tulisan yang sudah kamu baca tapi tidak kamu pahami karena penulisnya tidak bisa menyampaikan informasi dengan baik?

Dalam menulis script video, kamu dituntut untuk bisa menjelaskan informasi dengan solid, konkret, dan jelas agar video kamu bisa dibagikan ke orang lain.

Coba saja tulis script video ambigu. Pasti video kamu akan terlupakan, membosankan, dan hanya jadi project berdebu. Kenapa?

Karena penonton tidak memahami video kamu maupun informasi yang ingin kamu sampaikan.

“Kalau kejelasan informasi emang penting, ajarin caranya, dong!”

Yup. Langkah selanjutnya adalah menerapkan 3 aturan menulis script video. Tujuannya, supaya script yang kamu tulis mudah dipahami, dicerna, dan diingat.

Patuhi 3 Aturan Ini Agar Script Video Bule Kamu Mudah Dipahami

#1. Gunakan Formula X yang Y untuk menarget penonton

Script video yang jelas memiliki target penonton yang jelas. Formula X yang Y memberi video kamu target penonton yang jelas seperti

  1. Youtubers yang ingin panen dolar dari Internet (YouTubers who want to earn money from the Internet)
  2. Penulis yang kesulitan menulis script video (Writers who struggle to write video script)

Kamu wajib memiliki target penonton yang jelas ketika menulis script agar topik bahasan semakin spesifik dan jelas.

#2. Jelaskan topik kamu dalam satu kalimat

Kalau kamu tidak bisa merangkum topik bahasan video kamu dalam satu kalimat, kemungkinan, topik tersebut terlalu kompleks atau kurang fokus.

Meskipun topik kamu mengandung bahasan mendalam, premis video kamu harus mudah dipahami dalam satu kalimat.

Contohnya: Video ini mengajarkan penonton cara membuat script video bahasa Inggris.

#3. Konsisten!

Kalau kamu menggunakan istilah-istilah atau terminologi, pilih satu saja dan gunakan istilah tersebut sampai akhir artikel kamu.

Misalnya kalau target penonton kamu adalah orang yang menulis online, apakah kamu menyebut mereka writers, bloggers, atau authors?

Pilih salah satu dan gunakan istilah tersebut sampai akhir.

Langkah 4: Perhatikan Gaya Kamu

Tata bahasa Inggris lebih kompleks dibandingkan bahasa Indonesia. Ketika menulis, tidak perlu terpaku pada tata bahasa ketika menyusun kata dan kalimat.

Kalau penonton kamu lebih akrab dengan slang, gunakan saja. Tentukan gaya kamu ketika berbicara. Selanjutnya, gunakan gaya tersebut di seluruh video kamu.

Gunakan 5 tips di bawah ini agar script video yang kamu tulis semakin terdengar natural di telinga native speakers.

#1 Gunakan kalimat aktif

Hindari penggunaan kalimat pasif di bahasa Inggris karena kalimat seperti itu sulit dipahami oleh native speakers. Kalimat pasif lebih panjang dan boros kata.

Jenis kalimat pasif sering jadi kesalahan utama YouTubers Bule Indonesia karena bahasa Inggris mereka masih terasa seperti nasi goreng, bukan roti gandum.

Tidak percaya? Coba perhatikan ini:

Kalimat bahasa Indonesia: Kesulitan mendapatkan penonton pernah saya alami.

Dalam bahasa Inggris-nya orang Indonesia, biasanya akan jadi seperti ini

Not getting any viewers has been experienced by me.

Secara gramatikal, kalimat tersebut benar. Tapi di telinga native speaker akan terdengar aneh. Kenapa?

Karena kalimat tersebut kalimat pasif.

Agar jadi kalimat aktif dan terdengar natural di telinga penonton Bule, jadikan kalimat kamu seperti ini;

I also struggled to get any viewers.

Terasa jauh ‘kan bedanya?

#2. Storytelling!

Storytelling bahasa Indonesia yang diajarkan di sekolah umumnya menggunakan kata ganti pihak ketiga. Memang tidak salah, tapi untuk telinga Bule, storytelling seperti ini kurang nendang.

Storytelling ala Bule adalah “You” and “I”. Bukan narasi orang ketiga.

Contoh script video Bule dengan storytelling yang tepat:

I was driving on the highway and seeing a McDonald’s ads video on Videotron before I realized that not everybody actually knows how to craft enticing video ads. That’s why I make this video to explain the key to a successful Videotron for you.

Aturan “You” and “I” ini tampak lebih jelas ketika kamu memberikan contoh atau menggunakan metafora.

Bahasa Indonesia: Nggak ada (orang) yang mau nonton video yang script-nya jelek, iya kan?

Bahasa Inggris: You will not watch a poorly-written video, will you?

Kurang tepat: When a video creator feels inspired, that’s usually the best time to write a video script.

Tepat: When you feel inspired, that’s usually the best time to write your video script.

#3. Kata hubung dan transisi

Kata hubung dan transisi adalah resep rahasia agar penonton kamu tetap menonton sampai akhir.

Contoh kalimat transisi dalam bahasa Inggris:

  1. That’s when I realized…
  2. Here’s what I found instead…
  3. Then it hit me…
  4. You won’t believe what I just discovered…
  5. So, what’s the catch?
  6. The problem is…
  7. And that’s when my life turned upside down…
  8. So, what’s the solution?
  9. Here’s the big secret…
  10. So, here’s how it works…

#4. Humor? Siapa takut!

Menggunakan humor dalam script video bisa menjaga atensi penonton sampai akhir. Ada tiga cara yang bisa kamu gunakan.

  1. Hiperbola (Exaggeration)
    Hiperbola atau melebih-lebihkan tidak sama dengan berbohong. Semua orang tahu kalau maksud kalimat kamu adalah hiperbola dan bukan untuk dicerna mentah-mentah.
    Misalnya, kamu bisa bilang seperti ini
    I’ve walked thousand of miles to find this gem, atau
    It cost me gazillion dollars, atau
    I waited the book to come and it took forever.
  2. Sarkasme
    Sarkasme memang bukan untuk semua orang. Kalau kamu bisa menyampaikan sarkasme dengan tepat, penonton akan tertawa riang.
    Kalau salah, penonton bisa marah.
    Sebenarnya, apa sih Sarkasme?
    Well, why don’t you pull up a chair and get comfortable while I tell you about it? It’s not like you could just Google and look it up yourself.
    Lihat sendiri, ‘kan?
    Tidak semua orang bisa memahami sarkasme. Tapi kalau kamu yakin dengan level sarkasme kamu, penggunaan yang tepat bisa menjaga penonton sampai akhir video.
  3. Self-deprecating humor
    Yaitu mengejek diri sendiri. Bukan karena kamu rendah diri, tapi karena kamu juga manusia.
    Merendahkan kemampuan diri sendiri membuat penonton merasa relatable dan memahami bahwa kamu juga mengalami masalah yang sama dengan mereka.

#5. Luwes saja

Jangan sampai kamu terjebak pemahaman menulis script video hingga tulisan yang kamu hasilkan benar-benar tulisan.

Ingat, kamu menulis untuk script video. Script video kamu nantinya akan disuarakan oleh pengisi suara atau kamu sendiri.

Pertimbangkan intonasi dan artikulasi dalam menulis script video agar ketika dibaca oleh pengisi suara, hasilnya tidak terdengar seperti buku pelajaran.

Langkah 5: Editing!

Setelah kamu selesai menulis script video Bule, periksa lagi tulisan kamu dan hilangkan kalimat-kalimat yang rancu, ambigu, atau boros.

Coba lihat contoh ini:

There are some YouTubers who seem to easily make videos.

Kalimat di atas bisa disederhanakan menjadi some YouTubers make videos easily.

Contoh lain:

  1. It’s fun to create a video – Creating a video is fun!
  2. It takes time to write a video script – Writing a video script takes time
  3. Here are some things to apply… – Some things to apply are…
  4. There’s nothing better than YouTube – Nothing’s better than YouTube

Bonus – Menulis Script Video Bule yang Nendang

Janjikan bonus di awal video agar penonton tetap menonton sampai akhir karena menanti-nanti bonus tersebut.

Seperti artikel ini. Saya berikan bonus karena kamu membaca sampai akhir, seperti yang saya janjikan di awal;

Berikan summary atau ringkasan pembahasan kamu di akhir video. Ini membantu penonton untuk mengingat-ingat informasi yang kamu berikan.

Selanjutnya, tambahkan FAQ agar penonton semakin memahami video kamu. Tidak banyak yang menggunakan teknik ini, padahal FAQ bisa membantu penonton untuk menonton sampai akhir dan merasa bahwa video kamu bermanfaat.

Terakhir, gunakan teknik editing yang relevan. Gunakan sound effect, animasi, atau reaction GIF agar video kamu terdengar dinamis dan luwes.

Leave a Comment