Cara Menulis Script Video yang Menarik (Secara Umum)

(Termasuk Memilih Subhead yang Tepat)

Menulis script video memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Produser film, marketer, dan YouTuber harus melalui rangkaian langkah yang mirip ketika menyusun script video.

Ketika produser, marketer, dan YouTuber duduk dalam satu meja untuk menulis script video, ketiganya memiliki kesamaan.

Agar script video yang dihasilkan berhasil menarik penonton, ketiganya harus memahami satu hal ini.

Mengisahkan cerita.

Menulis script video berarti kamu menulis cerita yang ingin kamu sampaikan pada penonton. Bisa saja kisah kamu tentang tokoh protagonis, jasa, atau produk.

Tujuan utama script video yang kamu tulis hanya satu, yaitu membuat penonton percaya pada cerita yang kamu buat.

Meskipun tujuan akhir setiap script video berbeda tergantung kebutuhan, script yang kamu tulis pada dasarnya memiliki kesamaan.

Yaitu sama-sama berusaha menarik penonton agar mereka menonton video kamu, dan percaya pada isi video tersebut.

Nah, bagaimana cara menulis script video yang menarik agar berhasil meraih tujuan tersebut?

Itulah topik yang akan kita bahas pada postingan kali ini: cara menulis script video yang menarik, efektif, dan mampu memberikan hasil terbaik agar kamu bisa hidup dengan memproduksi video yang kamu unggah di YouTube.

Apa Itu Script Video?

Script video adalah rangkaian adegan, syutingan, aksi, dan dialog yang disusun secara kronologis. Script menentukan arah dan alur peristiwa yang akan terjadi dalam proses pembuatan video.

Kenapa Kamu Perlu Script Video?

Meskipun kamu hanya membuat video pendek, script tetap diperlukan. Script merupakan pivot penting dalam pembuatan video karena bisa membantu kamu untuk menentukan durasi video, perencanaan syuting, dan menghemat waktu.

Asal script video kamu bagus, kamu tetap bisa menjaring penonton meskipun visualisasi video kamu nggak bagus-bagus amat.

Sebaliknya, kalau script kamu lemah dan tidak berkesan, maka video yang kamu buat akan sulit menjaring penonton, terlepas sebaik apa visualisasi video yang berhasil kamu ciptakan.

Coba ingat.

Kamu pasti pernah melihat video-video dengan visualisasi yang bagus, animasi yang keren, bahkan voiceover yang ciamik. Tapi, pesan yang disampaikan tidak jelas. Tidak berkesan.

Akibatnya, penonton tidak merasakan apa-apa setelah menonton video tersebut.

Saya sendiri sering lihat video dengan visual yang standar bahkan di bawah rata-rata, tapi berhasil menyampaikan maksud dan pesan dengan baik.

Dan video seperti ini adalah bukti bahwa script merupakan mesin pendorong suatu video.

Keahlian membuat script sangat dihargai karena tidak semua orang bisa membuat script video yang berhasil memberkas di pikiran penonton bahkan berhari-hari setelah menontonnya.

Nah, keahlian inilah yang akan kamu pelajari di sini, sekarang.

Macam-Macam Script Video

Sebelum menulis script video, kamu harus menentukan arah video yang akan dibuat. Secara umum, ada tiga macam script video yang bisa kamu tulis.

Video Informasi

Sesuai namanya, video ini berisi informasi dan pengetahuan.

Kamu dituntut untuk menarik perhatian penonton, lalu berusaha untuk menjaga atensi mereka.

Selanjutnya, kamu harus bisa membuat penonton teringat-ingat, memikirkan, atau mempertimbangkan informasi yang baru saja kamu sampaikan.

Contoh video informasi adalah video demo produk atau video explainer. Menulis script video informasi wajib hukumnya kalau kamu ingin menampilkan produk atau jasa.

Video Instruksi

Jenis video ini menjelaskan tentang cara melakukan suatu hal.

Ketika menulis script video instruksi, kamu harus bisa menempatkan diri sebagai penonton.

Kamu perlu mempertimbangkan sejauh mana pengetahuan atau sumber daya penonton agar mereka bisa mengikuti instruksi yang kamu buat.

Teknik penulisan script video ini tidak jauh berbeda dengan video informasi.

Video Persuasi

Video persuasi umumnya digunakan oleh marketer untuk menarik pembeli. Ada langkah-langkah khusus dan berbeda yang harus betul-betul dipahami ketika menulis script video persuasi.

Salah-salah, script yang dihasilkan malah akan mencemari produk atau jasa yang ditawarkan.

Aturan Dasar Menulis Script Video

Nah, sekarang saatnya kamu mulai menulis script video. Kalau sebelumnya kamu membuat video tanpa script, kamu bakal ngerasain bedanya sekarang.

Script video kamu harus memiliki komponen ini:

  • Kata-kata yang akan disampaikan
  • Informasi tentang kata-kata tersebut seperti
    • Kapan diucapkan
    • Bagaimana kata-kata tersebut diucapkan
    • Intonasi

Untuk mendukung proses menulis script video, kamu bisa mencari tempat yang menurut kamu bisa menyegarkan pikiran.

Lalu, gunakan alat tulis yang paling nyaman kamu gunakan.

Silakan saja kalau kamu nyaman menulis dengan keyboard. Tak ada salahnya juga kalau kamu lebih suka menulis dengan pena dan kertas.

Yang penting adalah, kamu mulai menulis script!

Selanjutnya, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk mulai menulis script video yang menarik dan berhasil menjaring penonton.

#1. Identifikasi Target Penonton

Untuk siapa kamu menulis script video? Apakah penonton kamu orang-orang yang sudah ahli di bidang masing-masing? Ataukah penonton kamu orang awam?

Informasi atau instruksi apa yang mereka perlukan? Bagaimana kamu bisa membantu mereka melalui video?

Pertanyaan-pertanyaan di atas termasuk pertanyaan krusial.

Jawaban pertanyaan di atas menentukan apakah script video kamu akan ditonton sampai habis atau di-skip karena tidak sesuai dengan ekspektasi penonton.

Pro Tip: Kalau kamu ingin menyisipkan humor di script video, pastikan kalau jokes-jokes kamu tidak melenceng jauh dari topik. Beberapa orang tidak suka dengan humor yang disisipkan pada video yang serius dan candaan kamu malah akan memberikan reaksi negatif. Akan lebih aman kalau kamu menulis script yang straightforward alias terang-terangan.

#2. Tentukan Tujuan

Selanjutnya, kamu harus tahu tujuan kamu membuat video. Ini sangat memudahkan proses kamu menulis script selanjutnya.

Tujuan video bergantung pada apa yang ingin kamu sampaikan ke penonton. Coba pertimbangkan, apa yang kamu ingin mereka lakukan setelah menonton video?

Misalnya saja, tujuan kamu adalah membuat penonton menonton video sampai selesai. Maka, kamu harus bisa menciptakan script yang akan terus menyerap atensi penonton.

Alur script yang kamu buat harus terus menarik, relevan, dengan tempo yang terjaga.

Pro Tip: Identifikasi tujuan penonton mencari video-video di YouTube. Lalu, buat video yang menjawab tujuan penonton tersebut.

#3. Pilih Karakter Utama Kamu

Kalau script video kamu memuat terlalu banyak karakter, penonton akan kesulitan untuk menyerap pesan yang ingin kamu sampaikan.

Mengidentifikasi karakter utama bisa:

  • Menyederhanakan fokus yang harus kamu tulis di script
  • Memudahkan kamu membuat cerita (jika memang diperlukan)

Akan lebih baik kalau kamu membuat satu karakter yang paling banyak berbicara.

Kalau kamu perlu dua karakter dalam satu video, pilih satu karakter yang paling sering muncul dalam video tersebut.

Pro Tip: Kalau memungkinkan, gunakan satu orang yang sama sebagai narator di semua video-vdeio kamu. Teknik ini memberi kesan konsistensi dan kesinambungan serta membangun rasa familiar di pikiran penonton.

#4. Apa Inti Video Kamu?

Sebelum mulai menulis script, kamu harus bisa menjelaskan inti video kamu dalam satu kalimat.

Bayangkan seorang teman yang bertanya,

“Kenapa aku harus nonton video kamu?”

Maka kamu harus bisa menjawab pertanyaan tersebut dalam satu kalimat.

Lalu ketika kamu mulai menulis script video, cantumkan jawaban tersebut pada awal video. Beritahu penonton apa yang akan mereka dapatkan jika menonton video sampai akhir.

Teknik ini bisa mendorong lebih banyak orang untuk menonton video sampai akhir.

Mulai Menulis

Awali script kamu dengan penjabaran singkat.

Buat brief kamu sebelum menulis agar script kamu tidak melebar kemana-mana.

Brief video juga diperlukan jika kamu bekerja tim. Bayangkan repotnya ketika kamu harus menjelaskan video yang akan kamu buat pada setiap orang, satu per satu.

Brief juga membantu kamu dan tim untuk tetap fokus pada satu hal dan tidak mengubah hal-hal lain di luar kesepakatan di tengah jalan.

Setelah memiliki brief yang disepakati oleh semua tim produksi, kamu bisa mulai menyusun outline sebelum menulis script yang lebih detail dan lengkap.

Dengan teknik ini, kamu bisa memperkirakan durasi, subhead yang akan dibahas, dan bagaimana dialog (atau monolog) yang kamu tulis akan disampaikan.

Sudah?

Sekarang, waktunya menulis script video.

#1. Tulislah dengan Intonasi Percakapan

Kunci penulisan script video yang menarik dan tidak terdengar seperti kuliah adalah intonasi percakapan.

Tulis script video seolah-olah kamu sedang berbicara dengan satu orang. Gunakan kata-kata yang spesifik dan fokus.

Hindari penggunakan buzzwords atau kata-kata rumit dan jargon-jargon intelektual. Kamu ingin penonton memahami isi video kamu dan menonton sampai selesai.

Tak perlu menunjukkan pada penonton seberapa bagus perbendaharaan kata Bahasa Indonesia (atau Inggris) kamu.

#2. Buat Kalimat Singkat yang Mudah Didengar

Ketika menulis script, mungkin sekali kamu menyusun kalimat yang terlalu panjang.

Dalam penulisan, kalimat yang panjang memang tak jadi masaah.

Pembaca selalu bisa kembali lagi ke kalimat sebelumnya dan berusaha mencerna kalimat panjang tersebut.

Tapi, penonton tidak akan membaca script kamu.

Buatlah kalimat-kalimat yang pendek. Kalau ada paragraf yang terdiri dari satu kalimat, potong jadi kalimat-kalimat pendek.

Kalimat singkat adalah kunci kedua dalam menulis script video yang menarik dan akan ditonton sampai akhir.

#3. Pilih Kata yang Singkat, Sederhana, & Konkrit

Pemilihan kata yang tepat bisa membuat script video kamu berbobot dan berkelas dalam durasi yang singkat.

Hindari kalimat yang bertele-tele. Langsung katakan inti pembahasan yang ingin kamu sampaikan. Katakan dengan kalimat sederhana dan berikan contoh atau alasan konkrit.

Menariknya, teknik ini memiliki dua manfaat sekaligus.

Satu, penonton akan lebih mudah mengikuti video kamu. Dua, voiceover atau aktor pun akan lebih mudah dalam mengikuti script yang kamu tulis.

#4. Pilih Subhead yang Relevan & Kronologis

Ketika kamu menulis script tentang penjabaran suatu hal, kamu harus bisa membuat struktur cerita yang menarik. Pastikan script kamu memiliki bagian awal, pertengahan, dan akhir.

Misalnya saja, kamu harus menulis script video untuk konten fitness atau gym.

Bayangkan, kamu menonton video tentang protein shakes. Lalu tiba-tiba video tersebut menjelaskan tentang komposisi, informasi nutrisi, dan takaran konsumsi.

Kamu pasti akan syok. Iya, ‘kan?

Inilah kesalahan yang harus kamu hindari.

Pada bagian awal, kamu bisa menjelaskan tentang protein shakes. Tujuannya untuk laying the foundation sebelum kamu membahas hal-hal yang lebih spesifik.

Subhead yang kamu gunakan bisa jadi seperti ini:

Protein Shakes, Kenapa Banyak Olahragawan Mengonsumsi Ini?

Atau lebih singkat seperti:

Alasan Mengonsumsi Protein Shakes

Pada bagian tengah, kamu bisa mulai membahas tentang kelebihan dan kekurangan protein shakes, kapan waktu konsumsi yang tepat, dan sebagainya.

Selanjutnya, kamu bisa mulai masuk ke topik-topik spesifik hingga bagian akhir.

Gunakan subhead ketika kamu beralih dari satu topik ke topik selanjutnya, atau ketika karakter kamu berpindah tempat.

#5. Berikan Gambaran!

Selain visual yang mumpuni, video dengan narasi yang tepat bisa membuat penonton betah.

Kamu memberikan gambaran kepada penonton dengan visual. Tapi, jangan mengulang apa yang sudah ada di gambar.

Misalnya, ketika visual menampilkan lapangan sepak bola, narasi kamu jangan berkata “Inilah lapangan sepak bola.”

Tapi sebaiknya, narasi kamu harus menjelaskan hal yang tidak tampak jelas di gambar tersebut.

Contohnya “rumput di lapangan bola harus dipangkas dua kali setiap minggu.”

#6. Tulis Elemen Visual dan Audio

Langkah ini penting sekali dalam menulis script video kalau kamu menggunakan voiceover dengan visual yang terpotong-potong.

Gunakan langkah ini meskipun kamu hanya bekerja sendiri. Teknik ini bisa mempercepat proses editing dan berguna sebagai panduan.

Cukup gunakan tabel sederhana untuk script video kamu. Seperti ini.

Visual Audio
Pemandangan sungai dan tepi sungai dari stock videos Inspiring music background dengan voiceover berbahasa Inggris yang menjelaskan manfaat bangun pagi.

 

#7. Menulis Script Video dengan Bebas

Writer’s block dialami oleh orang-orang yang kebanyakan berpikir. Tapi, ada satu cara untuk menghindari momok menakutkan ini ketika menulis script video.

Mulai menulis dengan bebas!

Tulis apa saja yang ada di pikiran kamu. Fokuskan train of thoughts kamu pada satu topik, lalu tulis apa saja yang kamu ketahui tentang topik tersebut.

Setelahnya, susun tulisan-tulisan kamu dan perhatikan kronologinya. Cantumkan juga elemen visual dan audio yang kamu bayangkan.

Pada langkah ini, tidak perlu takut atau ragu dalam menyampaikan sesuatu, apalagi memikirkan durasi. Karena langkah berikutnyalah yang akan menyelesaikan script video kamu.

Agar kamu semakin ahli dalam menulis script video, simak tips berikut ini:

  • Katakan langsung kepada penonton. Gunakan “kamu” atau “Anda” karena ini memberi kesan seolah-olah kamu sedang berbicara kepada penonton secara personal.
  • Tulis seperti kamu berbicara. Penonton tidak akan membaca script kamu, tapi mendengar. Buat script sesuai dengan gaya bicara kamu, jangan terpaku pada tata bahasa.
  • Baca script Bukan, bukan baca dalam hati. Tapi ucapkan dan lafalkan. Dengarkan script kamu sendiri. Kalau ada yang terdengar janggal di telinga, perbaiki segera.

#8. Edit dan Sesuaikan dengan Durasi

Durasi video tergantung pada jenis video yang kamu buat. Mungkin sekali kalau kamu harus memotong script video hingga durasinya sesuai, atau ternyata malah kurang.

Rencanakan setidaknya 125 hingga 150 kata dialog per menit. Fokus pada hal-hal penting yang ingin kamu sampaikan.

Perbaiki pilihan kata. Perhatikan kalimat-kalimat yang panjang dan cari cara untuk menyampaikan kalimat tersebut dengan lebih sederhana.

Ujicoba Script Video yang Kamu Tulis

Setelah kamu tahu cara menulis script video, sekarang saatnya untuk menguji script tersebut.

Kenapa?

Karena beberapa kalimat yang kamu tulis di script bisa saja terlihat menarik, tapi begitu diucapkan lantang, hasilnya terdengar aneh.

Table read berguna untuk memperbaiki kalimat-kalimat dan intonasi yang aneh, terlalu kaku, terdengar seperti robot, atau kalimat-kalimat yang melenceng.

Ketika waktu syuting tiba, gunakan laptop sebagai teleprompter.

Leave a Comment