10 Keuntungan Menulis Blog untuk Channel Youtube Kamu

Keuntungan Menulis Blog Dan Youtube Via Spesial.net
Untung dari YouTube dengan Menulis Blog, Bisa?
Kalau kamu membuat kanal YouTube hari ini, sebaiknya kamu juga buat blog. Kenapa? Karena ada 10 keuntungan tersembunyi ketika channel YouTube dan artikel blog kamu saling berkaitan.
Konten-konten di Internet maupun media sosial selalu terhubung.

Kalau kamu bangun pagi ini, terinspirasi untuk membangun channel YouTube, lalu mencari cara memaksimalkan views dan subscribers YouTube dari platform lain, maka kamu sudah berada di halaman yang tepat.

Mengunggah vlog harian, tutorial make-up, video resep masakan, atau menciptakan konten prank untuk sekedar iseng-iseng bisa jadi sumber pemasukan utama kamu.

Kalau kamu tahu cara yang benar.

“Emang bener ya kalau bikin konten YouTube bisa dapat duit?”

Tepat sekali!

Keuntungan yang diperoleh dengan membangun kanal (channel) YouTube memang nyata, real, dan bukan kaleng-kaleng.

Semakin tinggi trafik penayangan konten video kamu di YouTube, semakin tinggi pula keuntungan yang kamu peroleh.

“Aku udah punya konten YouTube, tapi views dan subs-nya segitu-gitu aja.”

Nah, inilah sebab para mastah tidak hanya membangun kanal mereka, tapi juga membuat konten blog sejak pertama kali mereka membuat akun YouTube.

Sayangnya, kebanyakan YouTuber pemula mengesampingkan teknik ini.

Pemula berpikir bahwa selama unggahan video YouTube cukup konsisten, penonton akan datang dengan sendirinya.

Selama mereka aktif mempromosikan channel YouTube mereka, uang gaji akan datang tiap bulan. Pada Akhirnya.

Ya, pada akhirnya.

Jangan jadi seperti pemula!

Sekarang saatnya kerja cerdas dan mulai serius jadi YouTuber profesional.

Bangun konten YouTube hari ini, lalu buat konten artikel blog untuk kanal YouTube kamu. Inilah rahasia para YouTubers profesional mendapatkan trafik bejibun.

Para mastah menyambungkan konten video YouTube dengan blog mereka karena 10 keuntungan berikut ini.

1. Mengumpulkan Subscribers dan Views dari Luar YouTube

Kalau konten video kamu hanya di YouTube, maka trafik utama kamu hanya satu.

Padahal, views adalah sumber utama pemasukan kamu dari YouTube. Kalau channel yang kamu bangun belum memiliki subscribers yang mumpuni, darimana kamu bisa mendapat views?

Nah, dengan menulis artikel blog, kamu bisa mempromosikan channel YouTube kamu melalui tulisan dan menjaring pembaca menjadi penonton.

Caranya, buat tulisan tentang topik yang sama dengan video yang kamu punya di YouTube. Tenang, tulisan kamu tidak perlu berbeda dengan video tersebut. Untuk awal-awal, buat kisi-kisi video atau ulasan singkat saja.

Kemudian, cantumkan video kamu dalam halaman artikel di blog dan arahkan pembaca untuk menonton video kamu. Janjikan beberapa hal pada pembaca agar mereka tertarik menonton video kamu.

Contohnya seperti ini: “Bagi yang ingin penjelasan lebih lanjut, silahkan simak video di bawah ini, ya.”

Nah, dengan menampilkan video kamu di artikel blog, kamu bisa mendapat views dan subscribers baru dari pengunjung blog yang kemudian mengarah ke YouTube.

Kalau cara cepatnya, gunakan fitur embed video pada artikel blog yang kamu tulis, dan jadikan video kamu autoplay agar pengunjung bisa otomatis menonton video. Lalu, gunakan media promosi seperti Rajaview.

2. Earning Adsense (CPM) Ganda

Memiliki blog berarti memiliki platform untuk menayangkan iklan Adsense jenis CPM (Cost Per Mile, disebut juga Cost Per Impression).

Dengan menggabungkan konten blog dengan konten video dalam satu halaman yang sama, kamu bisa memasarkan keduanya bersamaan.

Misalnya, kamu mempromosikan konten blog kamu di Facebook, Reddit, Kaskus, atau lainnya, secara otomatis video YouTube kamu juga turut mendapat perhatian.

Inilah cara para mastah YouTube menambah views video dan mendapat gaji tambahan dari iklan Adsense for contents.

3. Mengembangkan Outreach, Reputasi, dan Trust

Ada banyak alasan kenapa orang-orang mengikuti kanal YouTube tertentu. Misalnya saja karena channel tersebut menawarkan solusi dari permasalahan audiens alami.

Bisa juga karena kanal YouTube tersebut membahas hal yang sama-sama menarik bagi penonton, sehingga mereka mulai menjadi subscribers kamu.

Kalau kamu ingin mengembangkan outreach, meningkatkan reputasi, dan membangun kepercayaan atau trust dengan subscribers kamu dan pengguna YouTube lainnya, kamu wajib memiliki konten blog.

Konten blog ini sebaiknya membahas topik yang sama dengan yang kamu bahas di YouTube.

Coba tanya diri kamu sendiri. Nilai atau value apa yang kamu tawarkan dari channel YouTube kamu?

Kalau sudah ketemu, berikan manfaat yang sama dengan video YouTube kamu atau bahkan lebih melalui konten-konten tulisan di blog kamu.

Contohnya, dengan menghubungkan blog dan YouTube, kamu bisa membuat konten serial podcast tentang topik yang kamu pahami.

Ketika orang-orang menemukan konten blog kamu dan menyukai tulisan-tulisan video podcast yang ada di artikel kamu, bisa saja mereka semakin tertarik lalu mengikuti channel YouTube kamu.

Semakin mudah kamu ditemukan, semakin besar pula orang mengenal kamu. Ujungnya, channel YouTube kamu semakin berkembang seiring dengan views dan subscribers yang meningkat.

4. Mengembangkan Kemampuan Menulis

Video YouTube yang tayang sampai jutaan kali tidak dibuat dengan spontanitas atau asal gaya mengalir saja.

Video-video yang berhasil menarik hingga jutaan penonton adalah hasil karya tulisan atau script video yang dieksekusi dengan sempurna.

Supaya kamu bisa menciptakan video yang menarik penonton dengan konten dan pace ala profesional, kamu harus bisa menulis!

Darimana lagi kamu belajar menulis kalau bukan dari menulis blog?

Untuk konten YouTube dengan gaya article to video, kamu wajib punya kemampuan menulis yang mumpuni. Tulisan kamu harus mengalir alami, menarik untuk diikuti, dan ngangeni.

Blog bisa menjadi wadah untuk mencantumkan ide-ide kamu dalam bentuk tulisan dengan bebas!

Dengan menulis di blog, kamu juga bisa mengamati perkembangan gaya dan arah tulisan kamu seiring waktu berjalan.

5. Menjual Space Iklan tanpa Adsense

Dengan banyaknya pengunjung yang datang ke blog, kamu bisa menjual ruang iklan di halaman-halaman tertentu tanpa perlu bergabung menjadi mitra Google.

Meskipun Adsense menawarkan passive income, namun uang yang dibayarkan oleh pengiklan akan terpotong oleh Google sebelum sampai ke rekening kamu.

Kalau kamu berani sedikit repot saja di awal dengan membangun kanal YouTube sekaligus menulis blog, kamu bisa menawarkan ruang iklan blog kamu untuk usaha lain.

Uang yang kamu dapatkan pun langsung dari pengiklan 100 persen masuk ke rekening kamu tanpa terpotong oleh Google.

Tawarkan space iklan di blog kamu pada usaha atau bisnis sejenis.

Misalnya kamu memiliki kanal YouTube soal otomotif, kamu bisa membuat artikel blog tentang produk kendaraan bermotor.

Selanjutnya, tawarkan ruang iklan di artikel tersebut atau di bagian lain halaman blog pada usaha seperti toko spare-part, toko kendaraan, bengkel, atau asuransi perjalanan.

Selanjutnya, kamu tinggal menunggu mereka membayar biaya iklan bulanan.

Iklan dan konten yang kamu tawarkan tidak harus berada dalam satu niche, tapi uang yang besar ada dalam blog dengan trafik yang spesifik.

Kamu bisa dengan mudah mendapat tambahan Rp 250.000 sampai Rp 1.000.000 per bulan dengan menawarkan ruang iklan ini.

Passive incomes do come true!

6. Monetisasi Lanjutan dengan Afiliasi

Affiliate marketing termasuk salah satu dari sekian senjata para mastah internet marketing untuk meraup pundi-pundi dolar.

Tidak masalah kalau kamu menawarkan produk afiliasi dengan konten video YouTube saja. Tapi ingat, tidak semua orang ada di YouTube.

Membangun blog sejak pertama kali kamu membuat kanal YouTube berarti bahwa kamu punya kesempatan lebih dalam menjaring trafik.

Affiliate marketing adalah bisnis senilai $8.2 milyar dan tidak bisa diremehkan.

Kalau kamu belum memulai affiliate marketing entah karena tidak tahu, tidak tertarik, tidak yakin, atau tidak percaya diri, sekarang saatnya kamu melangkah keluar dari comfort zone YouTube kamu dan mulai membuat blog untuk teknik marketing satu ini.

Affiliate marketing menjanjikan pendapatan pasif berulang setiap bulan tanpa kamu harus membuat konten baru setiap hari, setiap minggu, atau setiap bulan.

Cukup satu kali dalam membuat konten video dan satu konten tulisan blog, kamu bisa menyelipkan satu produk afiliasi yang selanjutnya akan di-klik oleh ribuan orang setiap bulan.

Hasilnya? Tentu saja rupiah dan dolar yang tidak sedikit.

Menawarkan afiliasi dengan konten blog berarti kamu menjangkau trafik-trafik potensial yang lebih suka membaca daripada nonton video.

Trafik-trafik seperti ini bisa saja sudah siap membeli dan hanya perlu sedikit dorongan agar mereka meng-klik tombol beli. Ini bisa dilakukan dengan membuat konten marketing di blog kamu, lalu menawarkan produk afiliasi tersebut dengan 2 teknik pilihan.

Hard selling dengan membuat landing page terang-terangan yang menunjukkan kualitas produk, atau soft selling dengan membuat ulasan atau artikel yang membahas produk afiliasi kamu.

Ingat, meski kamu suka menonton video, belum tentu orang lain suka.

Kebanyakan YouTuber pemula dan menengah terjebak pada persepsi bahwa jika mereka suka menonton video dan membuat video, maka mereka hanya perlu membuat video saja.

Cara ini mungkin memang bagus dan bisa menghasilkan bagi orang-orang yang menggunakan YouTube hanya untuk sekadar iseng-iseng atau senang-senang saja.

Ingat, tidak semua orang suka menonton dan punya kuota untuk mengakses konten video.

Kalau kamu serius ingin gajian dari YouTube dan Internet, memiliki blog dan artikel yang ditulis dengan baik termasuk dalam daftar must-have.

Artikel blog kamu akan menjadi aset jangka panjang yang bisa kamu monetisasi dengan berbagai cara apapun di masa depan. Blog kamu juga bisa menjadi pendukung video channel YouTube.

Berikan review dan tawarkan produk afiliasi di blog kamu yang terhubung dengan video kamu di YouTube, maka kamu sudah selangkah di depan daripada channel sebelah!

7. Tawarkan Jasa atau Produk Kamu

Kalau selama ini kamu menawarkan jasa atau produk kamu sendiri di channel YouTube, sekarang saatnya kamu buat blog dan tawarkan melalui tulisan.

Tawaran ini bisa berupa landing page, sales letter ala jaman dulu, konten marketing, soft selling, review, atau berbagai konten kreatif lainnya.

Semakin banyak variasi platform yang kamu punya, semakin besar kesempatan kamu untuk closing dari produk dan jasa yang kamu tawarkan baik melalui konten blog atau video YouTube.

Beberapa produk memang lebih cocok ditawarkan di video. Tapi banyak juga produk dan jasa lainnya yang berhasil menarik lebih banyak pengunjung dan pembeli ketika ditawarkan melalui tulisan blog.

Produk kecantikan, kesehatan, wisata, makanan, alat olahraga, dan alat masak umumnya lebih laku jika ditawarkan melalui video YouTube.

Sedangkan produk dan jasa yang sebaiknya ditawarkan melalui landing page antara lain seperti SaaS, membership, kelas online, edukasi, agensi, atau e-commerce.

Dengan menulis blog, kamu memiliki kesempatan lebih untuk menawarkan berbagai produk pada audiens kamu. Hampir tidak ada batasan soal produk dan jasa yang bisa membantu kamu meraih untung.

8. Membangun Niche Sesuai Passion

Darimana para mastah YouTube mendapat uang dan proyek-proyek besar?

Darimana mereka bisa dengan mudah menjual produk dan jasa orang lain lalu mendapat recurring commission setiap bulannya?

Jawaban yang kamu cari adalah niche.

Video YouTube dan konten blog mereka berada dalam satu jalur, topik, atau niche yang sama.

Bukan sembarang niche, melainkan niche yang mereka minati, pahami, dalami, hingga akhirnya menjadi ahli dalam niche tersebut.

Membangun blog yang memiliki niche tertentu bisa mendatangkan uang yang tidak sedikit.

Alasannya adalah blog dengan niche tertentu berarti mendatangkan trafik dengan jenis tertentu pula. Pengunjung yang datang ke blog kamu adalah orang-orang dari kategori tertentu.

Mereka inilah yang disebut dengan trafik berkualitas. Orang-orang yang datang ke blog kamu karena mereka tahu bahwa konten tulisan kamu sesuai dengan kebutuhan mereka.

Mereka melihat kamu sebagai sosok yang memiliki ilmu, reputasi, dan sosok yang mungkin bisa membantu mereka. Dengan cara ini, kamu membangun jaringan orang-orang yang memiliki ketertarikan yang sama.

Caranya, kamu mengumpulkan email mereka dan menciptakan list-building yang jumlahnya bisa mencapai puluhan atau ratusan ribu.

Kalau kamu sudah memiliki list-building ini, kamu hanya perlu menawarkan produk, jasa, atau kesempatan kerjasama.

Kalau kamu punya setidaknya 1.000 orang dalam satu niche yang sama dan permasalahn yang kurang lebih sama, kamu bisa menawarkan produk yang menawarkan solusi bagi permasalahan mereka.

Misalnya saja, produk kamu harganya Rp 675.000, dan kamu tawarkan pada 1.000 orang dalam list kamu. Dengan conversion rate 10%, kamu bisa mendapat omset sebesar Rp 67.500.000.

Dengan margin 15 persen sampai 30 persen, proyeksi keuntungan kamu bisa mencapai Rp 20.250.000.

Inilah gurihnya membangun blog dan kanal YouTube bersamaan jika kamu memiliki niche yang spesifik.

9. Uang Tambahan dengan Backlink / Guest Post

Keuntungan satu ini termasuk favorit para mastah YouTube, SEO, dan blogger lainnya.

Bayangkan saja, satu backlink bisa berkisar antara Rp 500.000 sampai Rp 1.000.000 dan kamu hanya perlu memasukkan tautan ke website tersebut.

Tak sampai lima menit, kamu bisa dapat uang untuk beli sepatu baru.

Sedangkan harga guest post bisa mencapai $250 untuk satu kali posting yang hanya perlu waktu tak kurang dari lima menit.

Wah, pantas saja banyak orang berlomba-lomba membuat konten blog dan video YouTube ya?

Tapi, untuk jadi Blogger yang berhasil dan sukses, kamu harus menempuh langkah ekstra yang jarang dilakukan oleh kebanyakan orang. Salah satunya dengan membuat kanal YouTube juga bersamaan dengan blog kamu.

Sinergi antara konten blog dan video channel YouTube adalah kunci untuk meningkatkan views dan subscribers, mendapatkan keuntungan jangka panjang, dan recurring passive income.

10. Website Flipping

Website flipping mirip dengan jual beli properti, hanya saja dilakukan secara online dan bukan bangunan atau tanah, melainkan website.

Kalau kamu tidak punya waktu untuk membangun blog dari awal, silahkan beli blog-blog yang sudah ada, lalu perbaiki konten blog tersebut.

Isi dengan tulisan berkualitas, perbaiki ejaan atau kualitas SEO yang ada, tambahkan video dari channel YouTube kamu, dan promosikan blog tersebut.

Selanjutnya, kamu bisa menjual blog tersebut ke orang lain dengan harga lebih tinggi.

Bangun Kanal YouTube dan Mulai Menulis Blog

Konten-konten yang ada di Internet saling berhubungan satu sama lain. Baik itu antar media sosial, forum, blog, atau lintas platform seperti YouTube dan Blog.

Sayang sekali kalau kamu tidak memanfaatkan trafik cross platform dengan maksimal dan hanya mengandalkan satu sumber saja.

Membangun blog pribadi yang terhubung dengan kanal YouTube bisa mendorong channel kamu tumbuh lebih cepat daripada kompetitor.

Kamu tidak harus menunggu 4.000 jam tayang atau bahkan 1.000 subscribers untuk bisa mulai mendapat uang.

Dengan membuat satu blog pribadi saja, kamu bisa langsung mendapat dolar pertama dari Internet dan membangun bisnis media dengan lebih bebas. Penghasilan kamu pun bisa lebih tinggi daripada mereka yang hanya mengandalkan Adsense saja.

Leave a Comment