12 Cara Menulis Script Video YouTube yang Memikat Hati Penonton

By

12 Cara Menulis Script Video YouTube yang Memikat Hati Penonton

Agar kamu bisa menjaring setidaknya 100.000 penonton, ikuti cara menulis script video YouTube berikut ini agar penonton betah mengikuti sampai akhir.

Setidaknya, ada 2 milyar pengguna Inetrnet dari seluruh dunia yang menonton video YouTube.  Meskipun konten humor selalu jadi favorit penonton, kamu tetap bisa menjaring jutaan penonton dengan konten video yang lebih serius.

Menurut Google, 7 dari 10 orang pengguna Internet mencari solusi atas permasalahan mereka di YouTube. Topik yang merek cari pun bermacam-macam. Mulai dari pekerjaan, studi, hingga hobi.

Berbeda dengan penulisan SEO, menulis script video untuk Youtube tidak perlu kata kunci. Tapi, bukan merancang script YouTube lebih mudah.

Kamu perlu tahu cara menulis script video yang menarik dan memikat hati penonton agar mereka bisa terus mengikuti video dari awal sampai akhir.

Kamu hanya punya waktu 15 detik untuk menarik perhatian penonton dengan konten video kamu. Kalau kamu tidak bisa merangsang rasa ingin tahu penonton dalam 15 detik pertama, video kamu hanya akan jadi artefak YouTube yang tak terjamah.

Bayangkan. Kamu sudah menghabiskan waktu tiga jam untuk syuting vlog atau bikin konten video. Setelah kamu unggah ke YouTube, ternyata tidak ada yang menonton.

Sedih? Frustrasi? Ingin menyerah?

Masih ada harapan, kok!

YouTube merangking video kamu berdasarkan banyak faktor. Tapi yang paling utama adalah engagement yang kamu dapat dari video.

Agar video kamu bisa memenangkan kompetisi di antara jutaan video lain yang diunggah tiap hari, kamu harus mendapatkan watch-time, views, likes, shares, dan comments yang mumpuni!

Caranya?

Perbaiki cara kamu menulis script video YouTube supaya lebih menarik, merangsang, dan menggugah penonton. Tujuannya, agar mereka menonton sampai habis, memberikan like, share, dan meninggalkan komentar di video kamu.

Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

#1 Validasi Ide Kamu

Ketika kamu mendapat inspirasi video yang ingin kamu buat, validasi ide-ide kamu dengan Google Trends. Periksa seberapa besar minat penonton tentang topik yang akan kamu buat.

Skor antara 50 sampai 100 mengindikasikan bahwa topik tersebut memiliki penonton dengan minat tinggi. Sedangkan skor di bawah 50 menunjukkan minat penonton yang rendah.

Selanjutnya, validasi topik pilihan kamu di YouTube. Masukkan kata kunci kamu di search bar YouTube, lalu perhatikan search terms yang muncul. Search terms tersebut mengindikasikan minat penonton tentang topik tersebut.

Kamu juga bisa menggunakan tanda bintang (*) di antara search terms, bersamaan dengan kata kunci utama kamu. Misalnya, ketik how to * a house. Maka akan muncul search term yang berkaitan.

Terakhir, kamu bisa mengukur volume kata kunci tersebut menggunakan SEO tools seperti Ahrefs. Langkah ini membantu kamu untuk memilih kata kunci dan search term yang tepat agar video kamu nantinya tidak terlalu general (yang berarti persaingan tinggi) atau terlalu spesifik (penonton terlalu sedikit).

#2. Rencanakan Script Kamu

Setelah kamu memiliki ide-ide dasar tentang video yang ingin kamu buat, kamu harus membuat brief..

Brief script video umumnya memuat poin-poin jawaban atas pertanyaan berikut ini:

  • Apa topik bahasan video?
  • Siapa target penontonnya?
  • Di mana video akan tayang?
  • Apa pesan yang ingin disampaikan?
  • Gaya visual seperti apa yang akan digunakan? (Ini membantu kamu untuk membuat visualisasi video ketika perekaman)
  • Storytelling seperti apa yang akan digunakan? (Ini membantu kamu ketika menentukan voice over dan pilihan gaya bahasa yang akan dipakai)

#3. Buat Outline

Kamu perlu menyusun outline agar alur script video kamu jelas, terstruktur, dan mudah diikuti oleh penonton.

Live-streaming atau video rekaman juga memerlukan outline. Kamu bisa menyusun script sesuai dengan struktur seperti ini:

  • raih perhatian penonton,
  • perkenalkan diri,
  • sampaikan informasi, dan
  • tutup dengan call-to-action.

Simak penjabarannya berikut ini

  1. Sebarkan Umpan

Umpan di sini tidak harus selalu click-bait murahan. Malah, kamu bisa menggunakan click-bait yang elegan.

Click-bait elegan adalah click-bait yang menjelaskan manfaat video kamu pada penonton secara spesifik, jelas, dan mudah dipahami.

Terapkan click-bait di judul video, thumbnail, dan di 15 detik pertama video kamu.

  1. Intro

Masukkan judul dan brand kanal YouTube kamu di sini. Selanjutnya, jelaskan pada mereka apa yang akan kamu bagikan di video tersebut.

Teknik ini mampu meningkatkan atensi penonton hingga 50% dibandingkan meletakkan pengenalan brand dan kisi-kisi video di detik-detik awal.

  1. Konteks!

Ketika menulis script video YouTube, pastikan kamu menggunakan kalimat-kalimat terbaik untuk mengeksekusi dua langkah di atas. Kamu harus menarik minat penonton dan menjaga atensi mereka.

Caranya, gunakan konteks!

Misanya, kalau kamu topik video kamu tentang cara menulis script video yang menarik, kamu bisa membuat script video seperti ini:

Umpan: “Sekarang saya akan tunjukkan caranya menulis script video dengan 12 langkah sederhana.”

Intro: “Hai. Saya Brian. Selamat datang di channel kami yang khusus dibuat untuk YouTubers wanna be. Hari ini, saya akan jelaskan cara menulis script video dengan 12 trik simpel.”

#4. Buat Body Script yang Efektif

Sekarang saatnya kamu menyampaikan informasi yang ingin kamu bagikan ke penonton. Bagian ini akan jadi bagian paling penting. Oleh sebab itu, kenali dulu aturan menulis body script video berikut ini:

  1. Bahas 3 sampai 5 poin utama yang ingin kamu sampaikan supaya penonton tidak bingung.
  2. Berikan pembahasan lebih lanjut bagi setiap poin dengan memberikan contoh atau konteks.
  3. Lengkapi dengan ringkasan poin-point tersebut agar informasi yang kamu berikan sampai ke penonton.
  4. Masukkan call-to-action. Beritahu penonton apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.

Susun video kamu antara 6 sampai 12 menit. Menurut penelitian, video yang lebih dari 12 menit tidak mendapat engagement yang baik dari penonton.

Kalau video kamu lebih dari 12 menit, bagi dalam 2 bagian atau lebih. Dengan cara ini, kamu mendapatkan perhatian lebih penonton.

Ketika menulis body script, buat kalimat-kalimat bernada conversational agar video kamu enak didengar.

Caranya, identifikasi penonton kamu dan bayangkan kamu menulis script video untuk satu orang tersebut. Bayangkan kamu sedang menjelaskan sesuatu pada seseorang.

#5. Susun Paragraf

Cara cerdas untuk menyusun paragraf adalah dengan memperkenalkan gagasan dalam satu paragraf, lalu menjelaskan gagasan tersebut dalam paragraf berikutnya.

Teknik termasuk teknik copywriting yang paling sering digunakan oleh penulis-penulis mahal di luar sana. Di artikel ini, kamu mendapatkan ilmu yang sama, gratis.

Sebagai contoh, berikut ini cara kamu menyusun struktur paragraf tentang ide gagasan soal viewing loop:

“Viewing loop adalah cara untuk mempertahankan penonton di channel kamu. Ini termasuk salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan views di channel Youtube kamu.

Caranya dengan memunculkan video-video lain yang relevan atau menarik yang sudah kamu buat sebelumnya, hingga membuat penonton menonton video kamu berulang-ulang yang disebut dengan “loop”.“

#6. Gunakan Pattern Interrupts

Teknik pattern interrupts umumnya digunakan oleh copywriter untuk membuat tulisan-tulisan mereka terasa seperti menghipnotis. Teknik ini populer dalam ilmu neuro-linguistic programming.

Pattern interrupts digunakan untuk mereset ulang pikiran penonton agar mereka memperhatikan video kamu lebih lama. Secara langsung, teknik ini membantu video kamu mendapat penonton lebih banyak.

Teknik ini bisa kamu aplikasikan dalam berbagai bentuk. Misalnya mengubah sudut pandang kamera, posisi object dalam layar video, mengubah volume suara atau menggunakan grafik dalam video kamu.

#7. Eye-Catching, Fun, & Short

Ingat bahwa penonton tidak harus menonton video kamu. Oleh sebab itu, berikan alasan tepat kenapa penonton harus menonton video kamu. Penuhi 3 poin berikut ini dan script video kamu berikutnya pasti berhasil menjaring penonton lebih banyak.

  1. Enak dipandang (Eye-Cathing)

Ada banyak sekali cara untuk membuat video yang menarik. Tapi, terlepas apakah video kamu animasi atau live-action, ada satu hal yang tetap harus diikuti.

VIsualisasi video kamu harus eye-catching alias enak dipandang mata. Eye-catching bukan berarti harus cantik atau artistik. Tapi nyaman dilihat untuk waktu yang lama.

  1. Menyenangkan (Fun)

Fun tidak melulu berkaitan dengan humor.

Ketika menyampaikan suatu informasi, kamu bisa menyisipkan fun-fact yang berkaitan dengan topik tersebut.

Kamu juga bisa menyisipkan kutipan-kutipan dan referensi pop-culture kalau memang sejalan dengan topik kamu.

  1. Singkat (Short)

Ketika menjelaskan hal yang menarik minat kamu, kadang kamu memberikan informasi yang terlalu banyak dan terlalu panjang. Hindari kedua hal tersebut. Pastikan script video kamu singkat, padat, dan jelas.

#8. Buat Kalimat yang Runut

Jangan sampai script video yang kamu buat terdengar seperti anak SD yang diminta untuk menyebutkan nama-nama ikan. Baca ulang script video yang sudah kamu tulis untuk memastikan kalimat yang kamu susun mengalir, enak didengar, dan runut.

Pertama kali membaca script video yang kamu buat sendiri, mungkin kamu merasa malu. Tapi, memang inilah cara terbaik untuk mengetahui apakah tulisan kamu mengalir atau mampet di tengah-tengah.

Buat variasi kalimat. Mulai dari variasi panjang, tipe kalimat yang kamu gunakan, dan awal kalimat.

Misalnya:

  • Ketika sedang kuliah S1 di Bandung, Bambang terinspirasi untuk membuat kanal YouTube soal kesehariannya.
  • Bambang sedang kuliah S1 ketika ia terinspirasi untuk membuat kanal YouTube soal kesehariannya.
  • Di Bandung, Bambang kuliah S1 dan mendapat inspirasi untuk membuat kanal YouTube soal kesehariannya.

Selanjutnya, gunakan kalimat yang jelas dan tepat sasaran. Hindari pemborosan kata. Selain membingungkan, pemborosan kata membuat penonton kesulitan untuk mengikuti gagasan yang ingin kamu sampaikan dalam video.

Misalnya:

Belajar daring atau belajar dalam jaringan, yaitu kegiatan belajar mengajar menggunakan media internet di mana siswa tidak bertatap muka secara langsung dengan guru atau teman sekelas, bisa membantu siswa memahami materi dengan lebih jelas.

Kalimat di atas sulit diikuti ketika diucapkan dalam format video. Akan lebih mudah kalau kalimatnya seperti ini:

Belajar daring membantu siswa untuk memahami materi dengan lebih jelas.

Gagasan yang disampaikan sama. Tidak berubah. Tapi kalimat kedua jelas lebih singkat.

#9. Call to Action

Orang-orang yang menonton video kamu sampai akhir adalah orang-orang yang ingin kamu jadikan subscribers dan viewers rutin. Mereka jelas-jelas tertarik dengan konten video kamu.

Inilah alasan kenapa kamu harus selalu menyertakan call-to-action di akhir video kamu dengan instruksi yang jelas.

Misalnya, perintahkan mereka untuk subscribe kanal YouTube kamu dengan meng-klik tombol subscribe di bagian bawah, atau minta mereka untuk tinggalkan like dan comment untuk membantu orang lain menemukan video kamu.

Misalnya saja seperti ini;

“Hai guys, kalo kamu suka video ini dan merasa ilmu yang aku bagikan di sini bermanfaat, like dan comment video ini, ya? Bantu algoritma YouTube video ini supaya makin banyak orang terbantu.”

#10. Baca Script Kamu Berulang

Meskipun kamu menulis script video dalam bahasa Indonesia yang kamu pakai sehari-hari, kalimat-kalimat yang kamu ciptakan bisa saja terdengar aneh ketika diucapkan.

Ini sering terjadi karena persepsi kamu ketika menulis berbeda jauh dengan persepsi kamu ketika mendengarkan.

Agar penonton tidak merasa aneh atau jengah dengan video kamu, pastikan kalimat dan paragraf yang kamu susun di script video mengalir alami.

Caranya, baca script video kamu berulang-ulang. Baca keras-keras. Kalau memungkinkan, minta orang lain untuk mendengarkan kamu berbicara. Minta mereka menilai bagian-bagian mana saja yang terdengar aneh atau kaku.

Lalu, revisi kalimat dan paragraf tersebut, lalu baca lagi dari awal. Cek lagi intonasi dan artikulasi kalimat. Ulangi proses ini sampai script video kamu terdengar fun, engaging, dan natural.

Kalau kamu menulis dalam bahasa asing, kamu perlu telinga yang terbiasa mendengarkan intonasi dan artikulasi bahasa tersebut. Minta teman kamu yang kuliah di luar negeri untuk memeriksa pengucapan dan intonasi yang kamu pakai.

#11. 130 Kata Per Menit

Agar gagasan yang ingin kamu sampaikan ke penonton bisa dicerna dengan baik, jangan terburu-buru dalam menyampaikan informasi.

Kalkulasikan durasi video dengan informasi yang ingin kamu sampaikan agar voice over atau narator tidak terburu-buru dalam berbicara.

Kalau script video kamu 4.000 kata, jangan minta narator untuk mengeksekusi dalam 10 menit!

Idealnya, narator mengucapkan 130~150 kata per menit untuk narasi yang jelas dan enak didengar. Kurang dari 130 kata per menit akan jadi narasi yang lambat. Sedangkan lebih dari 150, akan jadi narasi yang terlalu cepat dan sulit diikuti.

#12. Gunakan Tools!

Kalau kamu menulis script video dalam bahasa Indonesia, kamu bisa gunakan Tools untuk memperbaiki ejaan dan tata bahasa. Ini untuk menghindari salah ucap oleh voice over. Pastikan juga tidak ada typo supaya gagasan kamu tetap sejalur.

Bayangkan, kamu ingin menulis keluarga ceria, tapi karena typo, kamu jadi menulis keluarga cerai. Masih mending kalau voice over mau re-take kalimat tersebut. Kalau tidak?

Untuk menulis script video berbahasa Indonesia, Google Doc sudah menyediakan fitur AI yang bisa mengidentifikasi typo dan memberi saran kalimat baku.

Untuk bahasa Inggris, gunakan Grammarly atau Language Tools. Keduanya membantu memperbaiki tata bahasa dan typo di script video kamu.

Penutup

Fokus untuk membuat konten video yang baik, berkualitas, dan memberikan value lebih pada penonton. Selanjutnya, engagement dan penonton akan datang sendirinya.

Video adalah aset digital yang bisa dibuat oleh siapa saja. Jika penulisan script kamu bagus, video yang dihasilkan pun berkualitas. Tentu video yang seperti ini akan menjaring penonton bahkan sepuluh tahun setelah diterbitkan.

 

Leave a Comment