Apakah kamu pernah mendengar istilah “Voice Over” ? Istilah ini sering muncul di dunia radio , perfilman ataupun dunia periklanan . Yups, Voice Over ialah teknik produksi audio terpisah yang di buat untuk mengisi aspek suara dalam pembuatan video. Voice Over (VO) merupakan aspek audio penting untuk memberikan informasi, menarasikan sebuah brand, atau bisa juga memberikan nyawa (tonality) pada sebuah karya film.
Membuat sebuah voice over merupakan sebuah hal yang rumit namun menyenangkan. Dibutuhkan pengalaman dan skill yang harus kamu persiapkan untuk menghasilkan sebuah voice over yang berkualitas baik. Jika kamu sudah melewati setiap prosesnya dan mendapatkan hasil VO yang sempurna, itu akan membuat kamu senang dan puas. Nah, persiapan apa aja sih yang di perlukan untuk menghasilkan sebuah voice over yang bagus dan berkualitas ?

Disini saya akan memberikan langkah-langkah sederhana yang bisa kamu persiapkan sebelum membuat voice over yang enak di dengar.

1. Persiapkan Suaramu Dengan Baik

Advertisement

Membuat voice over pastinya akan sangat mengandalkan sekali suara yang kamu punya. Ada baiknya kamu “memanaskan” terlebih dahulu suaramu agar terdengar bulat dan siap untuk di rekam. Ini penting sekali karena biasanya suara kita tone-nya akan terdengar biasa saja jika belum “dipanaskan”.
Kamu bisa panaskan suaramu terlebih dahulu agar terdengar bulat, dengan cara latihan vokal Do, Re, Mi, Fa, So, La, Si, Do terus menerus secara berulang-ulang dengan nada yang semakin tinggi dan tinggi, atau kamu bisa juga bernyanyi-nyanyi dengan humming agar tenggorokan kamu siap secara maksmial.
Selain itu, dengan cara latihan seperti diatas kamu juga bisa sekaligus melatih otot-otot di sekitar mulut kamu agar terasa lentur dan tidak kaku. Sehingga dengan begitu kamu akan bisa mengurangi resiko salah pelafalan kata ketika proses rekaman berlangsung. Yes! dengan latihan artikulasi dan intonasi beberapa menit sebelum kamu mulai rekaman, itu akan sangat membantu kamu dalam membentuk kelenturan dan kelancaran kamu ketika berbicara.

2. Carilah Ruangan Yang Kedap Suara

Setelah kamu siap dengan suara kamu, maka langkah selanjutnya kamu bisa mencari tempat yang bisa menunjang ketika kamu akan melakukan proses rekaman. Kamu bisa memilih ruangan kamar tidur yang tertutup atau bisa juga kamu memilih ruangan yang didalamnya terdapat benda-benda yang dapat meredam suara dengan baik, seperti sofa, lemari ataupun benda lainnnya yang dapat mengurangi resiko pantulan suara yang berlebihan.
Lalu, pilih ruangan yang tidak menggunakan alas atau lantai kayu karena lantai kayu akan dengan mudah memantulkan suara. Akan lebih baik jika di dalam ruangan kamu terdapat karpet, karena dapat menyerap sebagian suara, sehingga akan mengurangi suara yang mungkin dapat dipantulkan.
Pemilihan ruangan yang tepat menjadi salah satu faktor penunjang yang penting untuk kejernihan hasil dari rekaman kamu. Pastikan pilih ruangan yang bisa meminimalisir masuknya suara lain ke dalam mic yang kita gunakan saat rekaman. Jika kamu tidak mendapatkan ruangan yang benar-benar kedap suara, kamu bisa meminimalisir kebocoran suara luar dengan cara kamu menutup seluruh badan kamu dengan selimut ketika kamu merekam suara kamu. Sehingga itu akan mengurangi adanya suara masuk ke dalam alat rekam suara kamu.

3. Siapkan Peralatan Rekaman

Persiapkan perlengkapan rekaman mu dari mulai mikrofon, penyangga mikrofon, kabel-kabel, audio interface, pop filter, headphone, laptop, sambungan USB, dan yang paling penting ialah sebuah mixer/soundcart yang berfungsi untuk membuat suara kamu menjadi terdengar jernih dan bagus.
Perlengkapan yang saya sebutkan diatas ialah peralatan standar untuk membuat sebuah rekaman voice over , jika kamu ingin hasil yang maksimal saya sarankan untuk kamu memiliki itu semua, atau jika kamu terkendala untuk membelinya, kamu bisa juga koq merekam suara kamu hanya dengan handphone. Yes ! Saya pernah mencobanya beberapa kali, jika di handphone kamu terdapat aplikasi “voice recorder” maka itu bisa sangat diandalkan untuk merekam suara asalkan kamu memperhatikan kekedapan ruangan yang kamu gunakan ketika akan rekaman.

4. Buka Software Audacity

Setelah kamu memasang peralatan rekaman kamu, barulah kamu buka laptop kamu dan mulai masuk ke software audacity. Software ini sangat banyak sekali digunakan untuk mendukung kita ketika rekaman suara atau musik. Software ini sangat sederhana sehingga untuk mengaturnya pun kita tidak perlu waktu yang banyak. Audacity ini adalah software pengolah audio. Sama layaknya software pengolah kata, Audacity bisa digunakan untuk mengolah segala jenis audio. Dari apa mau ke mana, bisa. Asalkan dia bentuknya audio.
Dengan software ini akan memudahkan kamu untuk mengedit hasil rekaman kamu. Dan juga selain itu, kamu bisa merubah pitch control suara kamu, tinggi rendah ataupun cepat dan lambatnya suara kamu.

5. Pelajari Naskah Voice Over Kamu

Selain perlengkapan rekaman yang kamu siapkan, kamu juga wajib memperhatikan materi atau naskah yang akan kamu rekam. Baca kembali naskah yang sudah kamu pegang, perhatikan kembali titik komanya, pelajari intonasinya dan perhatikan penekanan setiap kata yang perlu di tekan. Seperti yang kita tahu bahwa bagus tidak nya sebuah voice over ialah tergantung pada voice over talent tersebut bagaimana dia mengolah naskah tersebut dengan intonasi dan pelafalan yang benar.
Maka dari itu agar tidak banyak terjadi kesalahan pada saat rekaman berlangsung , maka kamu harus mempelajari terlebih dahulu naskah materinya secara baik dan benar.

6. Latihan Membaca Naskah

Setelah kamu mempelajari naskah dengan sempurna , maka langkah selanjutnya ialah kamu latihan membaca naskah itu seolah-olah kamu sedang merekamnya. Ini sangat penting sekali untuk kelancaran kamu pada saat nanti rekaman nanti. Selain itu, latihan ini juga berfungsi untuk membuat suara kamu semakin “bulat”, ketika suara kamu sudah “bulat”dan panas artinya kamu sudah siap untuk naik rekaman.

7. Tentukan Posisi Mikrofon Terbaikmu

Jangan sesekali menyesali tinggi badanmu yang kurang memuaskan, kabar gembiranya kamu bisa mengatur posisi mikrofonmu sesuai dengan yang kamu inginkan. Ini sangatlah penting untuk Untuk mendapatkan suara yang bagus, kamu perlu bereksperimen dengan posisi mikrofon dan jarak dari mulut Kamu. Biasanya jarak terbaik untuk merekam suara ialah 2 kepal tangan orang dewasa. Kamu bisa mencobanya dirumah, namun jika terasa kurang, sekali lagi kamu bisa menyesuaikannya sesuai bagaimana posisi terbaik menurut kamu.
Setelah kamu menentukan posisi terbaik mikrofon kamu, cobalah untuk merekam suaramu lalu coba dengarkan hasilnya. Jika menurut kamu itu sudah bagus dan jernih maka lanjutkanlah, namun jika masih terdengar terlalu banyak sibilance (suara ‘ess’) dan plosif (meletuskan suara ‘p’) coba pindahkan mikrofon dari sumbu. Arahkan mulut kamu tepat ke sisi mikrofon. Lalu ulangi lagi dan kamu akan mendapatkan posisi mikrofon terbaikmu.

8. Mulai Merekam

Ini adalah bagian yang paling melelahkan. Pada saat rekaman kamu akan di uji secara mental dan kesabaran. Akan ada momen dimana kamu merasa kesal pada diri kamu sendiri karena kamu terkadang salah melafalkan seuah kata atau kamu salah dalam menentukan intonasi sebuah kalimat.
Teruslah mengulangi kesalahan-kesalahan itu, akan ada saatnya kamu menemukan sebuah hasil yang memuaskan untuk di dengar. Jangan menyerah terlalu dini. Sangatlah normal untuk merekam bagian yang sama berulang kali. Jangan bergerak sampai kamu bahagia.
Pada langkah yang ke delapan ini kamu benar-benar dituntut harus sabar terlebih jika ruangan yang kamu gunakan untuk rekaman terdapat sedikit bocor suara sehingga suara luar terdengar pada mikrofon kamu, itu akan sedikit menjengkelkan namun kamu harus tetap bersabar sampai semuanya hening lalu kamu lanjutkan kembali untuk merekam suara.

9. Rileks

Ada saatnya kamu mungkin kamu berintrospeksi diri, kenapa kamu selalu salah pada saat proses rekaman berlangsung. Salah satu faktor banyaknya terjadi kesalahan pada saat rekaman ialah mungkin kamu kurang rileks. Tips ini bisa menjadi yang paling penting. Mengapa? Karena jika misalnya kamu baru dalam dunia bisnis, ini mungkin tampak seperti setiap audisi yang menakutkan, sehingga tiba-tiba kamu menjadi super tegang.
Kamu hanya perlu rileks untuk mengatasi itu semua, ambil napas dalam-dalam dari perut kamu dan napas lalu tersenyumlah . Setelah kamu melakukan itu maka rasakanlah, kamu pasti akan merasa jauh lebih rileks dari sebelumnya. Kemudian pada akhirnya kamu akan merasa yakin dan melanjutkan kembali rekaman dengan rasa penuh percaya diri dan lebih berenergi.

10. Evaluasi Hasil Rekaman

Dalam tahap ini saatnya kamu mendengarkan kembali hasil rekaman suara kamu. Ini penting sekali agar kamu bisa mengetahui bagian mana saja yang masih terdapat keliru dalam hal pelafalannya ataupun intonasinya sehingga kamu bisa merekam kembali bagian yang salah tersebut.
Agar memudahkan kamu dalam mengevaluasi hasil suara rekaman kamu, kamu bisa sambil menyediakan sebuah catatan kecil untuk menandai di menit mana saja kamu melakukan kesalahan. Setelah itu baru kamu sempurnakan kembali. Ini mungkin akan sedikit melelahkan karena mungkin tadi di awal kamu sudah mencurahkan segala tenaga kamu, namun percayalah tiada hasil maksimal tanpa usaha yang maksimal.

11. Edit Hasil Rekaman di Software Audacity

Setelah melewati proses rekaman dan kamu sudah yakin dengan hasil rekaman mu, maka kini saatnya kamu mengedit hasil rekaman dengan software audacity. Pada tahap ini kamu bisa mengidentifikasi bagian mana saja yang harus di potong atau di buang. Serta kamu bisa mengidentifikasi bagian rekaman kosong yang lama, maka kamu bisa memotongnya agar durasi rekaman suara kamu tidak terlalu lama.
Selain itu kamu juga bisa membesarkan volume atau mungkin mengurangi suara rekaman kamu , jika kamu merasa ada hasil rekaman yang terlalu tinggi atau terlalu rendah volume suaranya.
Dengan software audacity ini kamu bisa “menyempurnakan” hasil rekaman kamu dengan sedikit sentuhan atau polesan sehingga hasil rekaman kamu bisa dibuat lebih baik dari bahan yang masih “mentah” sebelumnya itu.

12. Berikan Editan dengan Sentuhan Akhir

Berdasarkan pengalaman saya, ini adalah proses kedua paling terakhir setelah proses editing. Kamu bisa menambahkan efek-efek suara lain jika dibutuhkan. Sentuhan-sentuhan akhir ini lebih ke bersifat tambahan yang menurut kamu , kamu perlu untuk menambahkannya. Saya biasanya menambahkan musik sebagai latar ketika saya berbicara. Dalam tahap ini, menurut saya ini adalah tahap yang paling menyenangkan karena saya bisa mengeksplor musik , kira -kira musik mana yang tepat untuk mengiringi sebagai latar dari voice over ini.
Selain itu saya biasanya menambahkan efek-efek suara seperti efek suara tepuk tangan , efek suara tertawa, ataupun efek suara orang berteriak. Itu semua bisa kamu sesuaikan berdasarkan naskah voice over yang kamu buat. Ini adalah tahap dimana kamu sudah selesai pada edit hasil rekaman suara kamu yang pertama tadi.

13. Hilangkan Suara Latar Bising

Dalam software audacity terdapat tools yang bernama “noise gate”. Tools ini berfungsi untuk menghilangkan atau membuang bagian latar suara yang bising pada saat prosesi rekaman dibuat. Jika kamu menyadari, pada setiap rekaman yang dibuat akan selalu ada latar suara bising yang berbunyi seperti ini “Esssss..” , latar suara itu bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan menggunakan “noise gate” tadi. Ini sangat berfungsi sekali untuk membuat hasil rekaman kamu menjadi lebih lembut dan lebih bersih.
Namun tools ini juga ada tingkatannya, jika kamu terlalu banyak mengurangi suara latar bising itu, maka itu akan mempengaruhi kualitas dari hasil rekaman suara kamu, maka dari itu penting sekali untuk kamu bisa mengukur seberapa pengurangan yang masih terbilang wajar dan tidak mengubah kualitas dari hasil rekaman suara aselinya.

14. Ubah Hasil Editan Suara Kamu Menjadi Audio file

Dan tibalah kamu pada proses yang paling terakhir, proses dimana kamu saatnya mengubah bahan yang sudah kamu edit ini menjadi sebuah audio file yang bisa digunakan pada berbagai macam file video. Proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama tergantung pada panjang atau tidaknya durasi hasil rekaman yang kamu buat itu.
Namun sebelum masuk tahap export ini, kamu harus bisa memastikan bahwa semuanya sudah selesai kamu edit. Sebelum kamu ubah hasil editan suara kamu menjadi sebuah audio file, kamu bisa memeriksa dan memastikannya sekali lagi dari mulai opening, pertengahan sampai closing, kamu pastikan semuanya sudah aman dan sudah siap untuk kamu ubah menjadi audio file.
Jika kamu tidak memeriksa terlebih dahulu hasil editan kamu, maka kamu mungkin kamu akan menyesal jika ternyata ada satu bagian yang harus masih kamu edit dan kamu harus mengulangi proses editing dan export file ini dari awal lagi. Maka dari itu saya sarankan agar kamu bisa memeriksa kembali hasil editan suara kamu dari awal sampai akhir, periksa dengan teliti sampai akhirnya kamu yakin bahwa semuanya sudah benar-benar siap untuk di ekspor.

15. Sinkronisasikan Hasil Rekaman Suara dengan Video

Dan ini adalah proses terakhir dari perjalanan panjang membuat sebuah video voice over. Kini saatnya kamu gabungkan antara hasil editan rekaman suara kamu dengan video yang sudah kamu siapkan sebelumnya. Proses ini tidak membutuhkan waktu yang lama, kamu hanya butuh menyesuaikan isi video dengan suara kamu dengan setepat mungkin. Ini adalah proses yang sangat membutuhkan sekali ketelitian dalam menentukan menit dan detik keberapa suara kamu benar-benar tepat berada pada bagian tertentu di video kamu.
Ketika kamu merasa sudah tepat dalam menggabungkan video dan suara kamu, maka kamu bisa mengekspor hasil editan gabungan dari suara dan video kamu menjadi sebuah file Mp4 atau file video. Dan It’s a Wrap akhirnya kamu berhasil membuat sebuah video voice over yang sangat memuaskan hati. Selamat mencoba ! 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here