Unique Voice: Suara Unik agar Video YouTube Lebih Merangsang

Kanal-kanal populer YouTube berhasil menjaring jutaan penonton berkali-kali dengan konten mereka. Alasannya, kanal tersebut memiliki suara merek (brand voice) atau suara unik (unique voice). Inilah suara khas yang hanya bisa penonton temukan di kanal YouTuber favorit mereka.

Seberapa sering kamu berpikir, apa yang membuat video-video di YouTube berhasil menjaring jutaan penonton?

Seringkah kamu bertanya-tanya, ‘gimana caranya membuat video YouTube yang bikin nagih?

Apa yang membuat video-video dari kanal YouTube tertentu berhasil mendapat ratusan ribu penonton dalam waktu singkat?

Dan yang paling utama, bagaimana cara agar penonton dan subscribers kamu ketagihan menonton video kamu?

Pembahasan kali ini adalah tentang unique voice dan brand voice. Yaitu jawaban yang kamu cari-cari selama ini.

Setiap YouTubers yang ingin sukses menjaring uang dari iklan Internet selalu memiliki satu kesamaan, yaitu unique voice alias suara unik.

Istilah ini mungkin terdengar asing. Wajar, karena dalam teknik pembuatan video, materi soal suara unik  ini tidak diajarkan. Kenapa?

Karena suara unik adalah materi ilmu pemasaran atau marketing. Orang-orang di luar bidang tersebut jarang sekali mendengar istilah ini.

Nah, karena kamu membuat konten video YouTube dan berharap orang lain menonton video kamu, maka video kamu termasuk dalam produk yang harus dipasarkan.

Oleh karena itu, kamu harus paham apa itu suara unik, pengaruhnya untuk video YouTube kamu, dan cara menemukan suara unik tersebut agar konten kamu lebih merangsang penonton.

Apa Itu Unique Voice atau Suara Merek (Brand Voice)?

Suara unik, brand voice, atau suara merek adalah cara suatu brand atau merek berkomunikasi dengan audience dan target mereka. Brand voice menentukan cara kamu menyampaikan informasi, iklan, atau penawaran pada target pasar yang kamu tuju.

Suara merek mencakup pilihan kata yang kamu gunakan, gaya bahasa, dan cara kamu menyajikan konten dalam bentuk video.

Coba ingat-ingat masa kamu di SD atau SMP. Apa ada satu atau dua guru yang paling berkesan sampai saat ini?

Mungkin karena guru tersebut asik, atau cara guru tersebut menerangkan pelajaran, atau mungkin karena ada satu-dua nasehat dari guru-guru tersebut yang cocok dengan kepribadian kamu.

Atau mungkin, ada guru-guru yang masih kamu ingat sampai saat ini karena cara bicaranya yang jleb dan pedas?

Itulah brand voice guru kamu.

Guru-guru tersebut kamu ingat sampai sekarang karena mereka punya satu karakter unik.

Cara kata-kata dan kalimat mengalir dari seseorang, pilihan kata atau diksi yang mereka gunakan, dan cara mereka menyampaikan sesuatu sesuai dengan kepribadian mereka, adalah hal-hal yang membentuk brand voice seseorang.

Apa Pentingnya Suara Unik dalam Video YouTube?

Brand voice penting kamu aplikasikan dalam video YouTube karena kamu ingin diingat oleh penonton dan menarik perhatian di tengah-tengah banjir informasi yang dihadapi penonton.

Kembali lagi ke guru-guru kamu. Ketika kamu menceritakan sesuatu yang diceritakan oleh gurumu ke orang lain, kamu otomatis mengingat guru tersebut. Betul, ‘kan?

Ketika membuat video YouTube, kamu pasti ingin konten tersebut ditonton banyak orang hingga berhasil viral. Tak hanya satu konten saja yang viral, tapi juga konten-konten lainnya.

Bayangkan, setiap kamu memproduksi satu video, kamu selalu berhasil mendapatkan setidaknya 10% views dari subscribers kamu. Konsisten dan pasti.

Inilah manfaat brand voice alias suara merek dan suara unik untuk video YouTube kamu. Suara unik membuat penonton mengenali kamu, kanal YouTube kamu, dan terus ingin menonton video kamu selanjutnya.

Ini karena kamu berhasil membangun brand voice yang konsisten dalam setiap video, dan brand voice kamu sesuai dengan selera penonton.

Platform YouTube sudah penuh dengan video-video lain yang tak kalah bagusnya. Agar bisa mendapat highlight di tengah keramaian tersebut, kamu harus bisa memiliki suara merek yang berhasil merangsang penonton.

Langkah Menemukan Suara Khas untuk Video YouTube

Orang-orang yang menghabiskan waktu di Internet adalah orang-orang sibuk yang mencari informasi, atau orang-orang yang bosan dan ingin menghabiskan waktu.

Sebagian besar mereka berada dalam mode autopilot, artinya mereka hanya scroll-scroll saja sampai mereka menemukan satu hal yang menarik.

Apakah video kamu termasuk hal menarik yang mereka cari?

Kalau video YouTube kamu tidak berhasil membangkitkan minat menonton mereka, mereka akan segera pergi. Tidak peduli dengan usaha kamu selama 4 jam memproduksi dan mengedit video.

Oleh sebab itu, kamu harus berhasil menjaga perhatian mereka dengan brand voice yang menggugah, merangsang, dan membuat otak penonton bekerja lagi!

Semua itu harus bisa kamu capai hanya dalam 10 detik!

Inilah cara kamu menemukan suara unik alias brand voice agar video YouTube kamu kebanjiran penonton!

#1. Kenali Target Pasar Video Kamu

Penelitian yang dilakukan oleh Econsultancy dan IBM menunjukkan bahwa 56% konsumen merasa bahwa cara komunikasi yang mereka terima dari sebagian besar merek tidaklah relevan.

Supaya konten yang kamu buat bisa menyampaikan informasi yang relevan, kamu harus mengenali target pasar kamu dan beradaptasi dengan mereka.

Identifikasi usia mereka, hal-hal apa yang membuat mereka tertarik. Kenali juga latar belakang pendidikan dan gaya hidup mereka.

Selanjutnya, kamu bisa membuat audience persona yang ingin kamu jadikan penonton video kamu.

Ada perbedaan komunikasi yang jelas antara generasi millenials dan baby boomers. Mereka menyukai jenis konten dan gaya komunikasi yang berbeda.

#2. Riset Cara Target Pasar Kamu Berkomunikasi

Ketika kamu berhasil menentukan target audience yang ingin kamu tuju, cari tahu di mana mereka menghabiskan waktu mereka.

Cara ini efektif untuk memasarkan konten video kamu di luar platform YouTube. Kalau suara unik kamu mengenai audiens yang tepat di platform yang tepat, hanya masalah waktu sampai kamu menggiring mereka ke YouTube.

Misalnya, ketika kamu memiliki persona usia centennials (18-21 tahun) dan millenials (22-37 tahun) untuk video YouTube kamu, maka kamu bisa memasarkan video tersebut ke Snapchat, Instagram, atau TikTok.

Perhatikan cara mereka berkomunikasi di platform tersebut. Pelajari bagaimana mereka berdiskusi dan gaya bahasa seperti apa yang mereka gunakan di konten-konten populer.

#3. Buat Strategi Komunikasi

Bicara soal cara membuat video YouTube yang siap viral, kamu harus menciptakan visi dan misi kamu

Jangan salah!

Kalau kamu benar-benar ingin sukses, visi dan misi kamu dalam membuat konten YouTube termasuk salah satu hal yang krusial. Meskipun saat ini kamu masih syuting video sendiri, edit sendiri, dan upload konten sendiri.

Coba pikirkan. Kenapa kamu memulai channel YouTube kamu? Apa yang membuat konten YouTube kamu unik? Hal-hal apa yang ingin kamu bagikan dengan penonton kamu?

Menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas merupakan langkah awal kamu membuat konten video yang konsisten, relevan, dan berhasil menggaet ratusan ribu views dan subscribers.

#4. Pilih Dimensi Suara Unik yang Kamu Tuju

Setelah kamu memiliki persona, kamu bisa memilih dimensi suara unik yang bisa kamu pilih dan kembangkan.

Misalnya, gaya komunikasi kamu bisa kasual, conversational, antusias, roasting, formal, lucu, tegas, atau terus terang.

Ide boleh sama. Tapi eksekusi yang menentukan.

Kanal YouTube kamu bisa saja membahas soal politik dalam negeri. Tapi kamu menyampaikan informasi dan pembahasan politik tersebut dengan gaya satire humor dan deadpan. Lengkap dengan meme reaction.

Tentunya bukan baby boomers yang akan menonton video kamu, melainkan usia muda dan produktif.

#5. Tempa Suara Unik Kamu dengan Karakteristik

Setelah menentukan arah dimensi suara unik yang ingin kamu bangun, sekarang saatnya menempa suara unik kamu dengan karakteristik.

Karakteristik yang bisa kamu pilih ini pada dasarnya terbagi dalam 4 dimensi suara unik. Masing-masing dimensi ini memiliki karakteristik suara unik yang berbeda.

Lucu – Serius Formal – Kasual Kasar – Sopan Tegas – Antusias
Cerita Kredibel Kepedulian Terus terang
Konservatif Conversational Kasar Trendi
Menyenangkan Kasual Provokatif Romantis
Lucu Formal Edgy Nostalgik
Humoris Profesional Sopan Optimistik
Informatif Terus terang Unapologetic
Unik Simpatis Sarkastik
Jenaka Cerdas

 

Kamu bisa pilih dimensi suara unik yang kira-kira cocok dengan target audience dan jenis konten yang ingin kamu sampaikan dalam video YouTube.

#6. Tentukan “Do” dan “Don’t

Agar suara unik yang kamu ciptakan bisa lebih jelas, buat daftar “do” dan “don’t”. Tabel ini bertujuan agar suara unik kamu tidak melebar terlalu luas dan menimbulkan blunder.

Misalnya, jika dimensi karakter unik kamu termasuk dalam dimensi Tegas, maka mungkin tabel yang kamu buat akan jadi seperti ini.

Dimensi Suara Unik Deskripsi Do Don’t
Tegas Kami memberi audiens informasi dan cara menyelesaikan masalah mereka. Solusi mungkin tidak selalu melalui video kami, bisa saja video YouTuber lain Jujur dan terus terang. Akui kesalahan dan tepati janji. Hindari opini tentang hal yang tidak diketahui. Gunakan gaya bahasa hiperbola, menjanjikan berlebihan, dan membohongi audiens tentang konten video yang dibuat.

 

 

#7. Terapkan Konsistensi Pada Tiap Video

Ketika kamu membuat konten kamu sendirian, mulai dari membuat video script untuk YouTube, mengedit video kamu, dan mengunggah video kamu sendirian, mungkin kamu tidak menghadapi masalah berarti soal konsistensi.

Ini karena dari hulu sampai hilir, konten berada di tangan satu orang yang sama, yaitu kamu sendiri.

Nah, ketika kamu menggunakan jasa orang lain untuk membuat video script atau jasa editing orang lain, jelas sekali kalau konsistensi akan jadi masalah.

Ketika kamu mempekerjakan orang lain dalam proses produksi, pastikan kamu memberikan rujukan yang jelas mengenai unique voice kamu.

#8. Buat Aturan Penggunaan Suara Unik

Terakhir, terapkan aturan mengenai suara unik yang baru saja kamu buat. Tegaskan, di mana suara unik ini digunakan. Apakah hanya di konten YouTube saja? Ataukah semua media sosial? Apakah blog kamu juga bakal menggunakan suara yang sama?

Teruskan juga aturan penggunaan ke tim dan orang-orang yang kamu pekerjakan. Teknik ini memastikan kalau semua konten kamu memiliki satu suara.

Tips Mengembangkan Suara Unik Kamu

Nah, sekarang kamu sudah menemukan suara unik kamu dan siap untuk membuat video YouTube berikutnya.

Bagaimana cara agar kamu bisa mengembangkan suara unik tersebut?

Ikuti 5 tips di bawah ini untuk semakin memahami unique voice kamu dan bisa mengembangkan suara unik tersebut menjadi aset yang berharga.

#1. Buat Rujukan untuk Suara Unik

Kalau kamu bekerja secara tim, kamu perlu membuat dokumentasi untuk dijadikan rujukan tim kamu selama memproduksi konten.

Dokumentasi unique voice juga perlu kamu buat supaya video dan konten lainnya yang kamu buat bisa tersambung dan konsisten.

Buat dokumentasi suara unik yang berisi tentang visi dan misi kamu sebagai YouTuber. Sebutkan karakteristik kamu di dalamnya.

Cantumkan kosakata yang kamu gunakan atau harus ada di setiap video. Tagline juga termasuk dalam elemen penting yang harus kamu cantumkan.

Berikan juga contoh kalimat bagaimana kamu menyampaikan informasi, aturan penggunaan tata bahasa, lalu berikan contoh kalimat-kalimat berbeda sesuai konteks.

Rujukan ini akan sangat membantu ketika kamu mempekerjakan orang lain dalam proses produksi video YouTube.

#2. Audit Suara Kamu Saat Ini

Ketika kamu perlu inspirasi coba cek cara kamu berkomunikasi saat ini. Catat point-point penting dan perhatikan cara kamu berkomunikasi selama ini.

Kalau kamu menggunakan jasa video script writer yang berbeda-beda untuk setiap video, akan nampak karakteristik penulis satu dan lainnya. Mereka mungkin sekali menggunakan pilihan kata dan susunan kalimat yang berbeda.

Masalah tersebut bisa kamu selesaikan dengan membuat rujukan suara unik seperti di poin pertama.

Selanjutnya, pelajari karakteristik komunikasi kamu di video atau konten dengan penonton terbanyak. Lakukan analisis, apa yang membuat video-video tersebut berhasil menarik banyak penonton?

Lalu, pelajari cara target audiens kamu berkomunikasi. Perhatikan cara mereka berbicara. Mulai dari pilihan kata, gaya bahasa, hingga emoji.

Dari sini, kamu sudah mendapatkan banyak bahan untuk diolah. Selanjutnya tinggal kreativitas kamu untuk membuat konten yang bisa beresonansi dengan target audiens yang lebih luas.

#3. Kenali Target Pasar Kamu

Salah satu kunci sukses membuat video YouTube yang viral adalah dengan memahami karakteristik target pasar yang kamu tuju.

Kalau target pasar kamu adalah orang tua usia 40 tahun ke atas, kamu harus bisa menggunakan kata-kata yang berhasil memukau mereka.

Kalau target kamu millenials, tentu kamu harus menggunakan istilah-istilah populer dan menghadirkan suara unik yang sarat dengan referensi pop-culture.

#4. Kenali Intonasi Suara Kamu

Meskipun saat ini kamu sudah memiliki unique voice yang siap digunakan, bukan berarti kamu bisa menggunakan suara tersebut di mana saja.

Misalnya, intonasi yang kamu gunakan ketika mengumumkan unggahan video baru tentu berbeda ketika kamu menghadapi komplain penonton.

Kategorikan intonasi suara kamu berdasarkan skenario-skenario yang mungkin saja terjadi.

Intonasi kamu dalam menanggapi komentar penonton di YouTube dan komentar di media sosial bisa saja berbeda.

Ketika kamu menawarkan kolaborasi dengan channel YouTube lain, tentunya kamu akan menggunakan suara yang lain.

#5. Kaji Ulang & Adaptasi

Mengembangkan suara unik khas kamu untuk video YouTube memang bukan kerja semalam. Kamu perlu mengkaji ulang suara unik yang sudah kamu kembangkan.

Bahasa dan gaya bahasa berkembang setiap saat. Evaluasi perubahan-perubahan yang terjadi dan aplikasikan perubahan tersebut ke unique voice atau brand voice kamu agar channel YouTube kamu tetap trending.

Contohnya saja, menyertakan react meme dalam video YouTube 5 tahun lalu belum se-mainstream sekarang.

Tapi sekarang?

Tidak hanya meme. Bahkan potongan video pun bisa dijadikan react meme dan sudah banyak diterima penonton.

Mengkaji ulang unique voice dan brand voice  kamu serta beradaptasi dengan perubahan bisa menjadi ujung tombak konten video YouTube kamu tetap bertahan.

 

 

 

 

Leave a Comment